Al-An’am:32

Dan kehidupan ini hanyalah permainan

Permainan rasa yang diperlihatkan mata

Sedangkan negeri yang jauh itu bernama akhirat

Yang harus dijemput dengan kematian

Ditempuh dengan kepatuhan yakin terhadapNya

Mengapa tiada engkau pahami

Dengan akal.

 

SigondrongDalamDiam

30 Juli 2019

Mengapresiasikan Seni Musik

Di tengah miskinnya panggung geliat seni LabuhanBatu ada hal menarik yang saya amati dari seorang pemuda RantauPrapat yang biasa di sapa Ijal,beliau juga ketua Dewan Kesenian LabuhanBatu. ternyata sangat peduli terhadap dunia seni LabuhanBatu. Walau secara kelembagaan Dewan Keseniannya untuk saat ini belum bergerak namun apa yang beliau lakukan selama ini adalah contoh nyata langsung dari pelaku seni. Salah satunya yang sekarang sedang berlangsung yakni konser Band Nasional TipeX yang digelar di lapangan kebanggaan LabuhanBatu Ika Bina, yang melibatkan  4 Band Lokal dan 1 Band Anak Kisaran. Yakni : 1. Project Expired. 2. Listen S.J.K. 3. Viper in Hell. 3. Blackcurrant dan 4. Doa Ibu. Band-band tersebut adalah Band-band pemenang audisi pada konser TipeX yang diadakan oleh Kilau Raya Production, dimana mereka menjadi Band Pembuka terhadap Band Utama TipeX.Sebagai pemerhati dunia seni dan juga pengiat seni di LabuhanBatu saya Sigondrong Dalam Diam sangat mengapresiasikan bentuk-bentuk kegiatan seperti itu, sebab saya menilai dengan adanya panggung-panggung bukan hanya hasrat hiburan yang di dapat, para pengiat seninya pun juga mendapat peluapan ekspresi.Dan apa yang di lakukan saudara Ijal secara pribadi melalui Event Organiser, kiranya dapat menjadikan motivasi bagi yang lain. Sehingga panggung-panggung bagi pelaku seni dapat membuat mereka hidup dan masyarakatnya pun mendapatkan hiburan yang pantas.

 

Jikalah di LabuhanBatu ini diperbanyak panggung-panggung terhadap pelaku seni,sedikit banyak para generasi muda dapatlah berpikir positif dalam meningkatkan kualitas jiwa mudanya dengan tidak lagi mendekati barang haram narkoba dan termotivasi untuk berkarya, satu panggung mungkin terlalu kecil untuk menyediakan hasrat menghibur buat masyarakat namun saya yakin satu panggung dapat mengalihkan generasi muda untuk menjauhi narkoba.

 

Salam Melangit Mimpi

Melawan Sepi

Senja menangis di kaki ilalang

Ratapnya riuh menggugurkan kembang

Seonggok pohon yang telah di anggap mati

Bagaikan menantang tegak berdiri, sendiri

 

Berlahan penuh arti nan pasti

Bulan hadir mengecup mesra seluruh luka terbakar

Menjadi dingin seketika

Umpama daun berpeluk embun

Jauh menyimpang ingin

Sampai selangkangan melahirkan benih tanya

Di antara jeda yang diberikan

Jaga dan lena

 

Lalu, diam menjadi pilihan terbaik

Membujuk diri mencintai keadaan

Bulan di atas kuburan.

 

SigondrongDalamDiam

25 Juli 2019

Melawan Sepi

Senja menangis di kaki ilalang

Ratapnya riuh menggugurkan kembang

Seonggok pohon yang telah di anggap mati

Bagaikan menantang tegak berdiri, sendiri

 

Berlahan penuh arti nan pasti

Bulan hadir mengecup mesra seluruh luka terbakar

Menjadi dingin seketika

Umpama daun berpeluk embun

Jauh menyimpang ingin

Sampai selangkangan melahirkan benih tanya

Di antara jeda yang diberikan

Jaga dan lena

 

Lalu, diam menjadi pilihan terbaik

Membujuk diri mencintai keadaan

Bulan di atas kuburan.

 

SigondrongDalamDiam

25 Juli 2019

Galungan

 

Menangnya Dharma

Terhadap Adharma

Menjaga kehidupan, penuh kebajikan

Menghamba diri tempat yang indah

Di sisi Tuhan

Atau pun kelak, sempurnalah diri

Jika pun hendak dilahirkan kembali

 

Di dalam tiap enam bulan sekali

Menurut hitungan penanggalan Bali

Yang bulannya berjumlah

Setiap tigapuluhlima hari

Jatuh tepatnya di Rabu Kliwon

 

Di sebelah kanan pintu masuk halaman

Penjor dipasang

Menandakan kemenangan terhadap hidup yang bertahan

 

SigondrongDalamDiam

24 Juli 2019

Mencintaimu Mengiklaskan Merindu

Senja yang tenggelam

Bulan pun tertutup awan

Bintang tiada bersinar

Secepat itu suasana gelap

Aku pun terlelap

Mengukur seraut wajah

Dari jendela kamar sendiri

Di paksa kembali

Melukiskannya penuh hikmat

Di kala nikmat telah pun berlalu

 

Adakah tersampaikan getarnya

Padamu yang disaat

Sepertiku yang menahan air mata

Hendak berjumpa namun tak berdaya

Tertanam di batu prasetia

Mencintaimu mengiklaskan merindu

 

SigondrongDalamDiam

20 juli 2019

Temui Tuhan Dengan Doa

 

 

 

Bahkan Dia pun tiada keberatan

 

Jika pun engkau meninggalkannya

 

Akan tetapi pintu kasihNya tetaplah terbuka

 

Untuk engkau datang menemuinya.

 

 

 

Tiadalah ubi menjadi talas

 

Tiada kan budi yang tak akan dibalas

 

Siapa menantang angin

 

Tidak akan bisa menyembunyikan kentut

 

 

 

Jangan katakan aku yang tersakiti dihadapanNya

 

Sebab kan Ia lebih mengetahui yang terlihat lagi maha tersembunyi

 

Mengakui salah,menjadikan dirimu hamba yang mulia

 

Temuilah Tuhan dengan doa mendoakan baiknya

 

 

 

SigondrongDalamDiam

 

20 Juli 2019

 

 

 

*photo menggunakan aplikasi yang lagi viral menjadi tua.

 

*menjadi tua namun tiada merubah sipat yang buruk kepada yang baik,itu tuatua tak tahu apa-apa.

Rhen

Rhen,

Engkau keluar

Aku lihat dengan jelas

Sebelas Juli kemarin

Membawaku pada tanda tanya

Ada apa dan mengapa

Lalu,

Aku menarik kembali

Benang kusut itu berharap menemukan benang merah

Yang lama terputus

Di antara kita,berdua.

 

Rhen,

Maafkan aku

Membiarkan engkau sendiri

Di kamar tanda jendela dengan dua daun pintu

Aku tak ingin menaruh luka

Kepada dinding bergambar bibir yang pecah

Tulus ingatku tiada melupakan budimu

Yang menemani saat koma menunggu seru

 

Rhen,

Biarlah dahulu seperti ini

Jauh saling menyentuh

Dari kan dekat terpangggang api

Karena kesumatnya mengumbar kilat

Di tengah cerahnya hari.

 

Rhen,

Kau mengenalku

Mengenali dalam diamku

Sepenuhnya.

 

SigondrongDalamDiam

19 Juli 2019