DUKA PEREMPUAN TANGGUH

Perempuan itu

Mencoba tersenyum lebar

Untuk menyembunyikan matanya yang berkacakaca

Mungkin , bibirnya tak mampu berkatakata

Namun hatinya kutahu pasti berguman

” Ini tidak adil ”

 

Setelah empat musim ia jajakan kemolekan tubuhnya

Dalam pengabdian yang selalu membenahi

Perempuan itu harus tersingkir

Bukan karna tak anggun lagi

Tak lebih , hanya karna setoran memuaskan tak ada.

 

Perempuan itu hanya menelan ludah

Yang dirasakan pahit semakin pahit

Bagai orang yang naik penyakit asam lambung

Kisah lama terulang lagi

Disingkirkan dan tersingkirkan

Dikeputusan napsu sang pemimpin

Onani saja kerjanya

 

 

Perempuan itu adalah perempuan tangguh bagiku

Sampai detik ini tak terdengar mengeluh

Sadar diri hanya bawahan

Di antara jabat menjabat yang hanya sebentar

 

SigondrongDalamDiam

31 Desember 2019

Pedagang Barang Antik

Lelaki yang sendiri itu berdiri dengan gagahnya di pojok kampung sendiri setelah ditinggal kawannya bertapa di tanjung kusta , ia pun berjalan dengan bahu ke kanan dan ke kiri berayun goyang , matanya menatap ke seluruh penjuru kampung , di lirikannya semua sudutsudut kampung yang rencananya lelaki itu akan membuka lapak jualan.

 

Mengapa kalian semua memandangi aku seperti itu ? Apa salah rupaku?

Tiap minggu bongkar barang  diamdiam di etalase-etalase sunyi, barang antik itu kujual dengan satuan harga tertinggi.

 

Terus bedanya kamu dengan yang sudah itu apa?

Jika sibuk jualan , minim membangunkan yang merekamereka sebelumnya tertidurkan.

 

Oh, karna itu kalian tidak  suka sama aku , itu hakku , menjual barangbarang antik dengan satuan harga tertinggi seleraku.

 

MELUDAH

 

Cuih !

Hak yang mana?

Apakah kau tak tahu , barangbarang antik itu ada yang tak boleh dijual melainkan dimaharkan sebab apa , pertama sebab umurnya yang sudah lelah memakan asam garam kehidupan hingga menjadi tua bukan karna di sepuh.

Ke dua, kau pun pernah minta tolong kepada barang anti yang tua itu saat kau tak bisa apaapa ketika masih bersama kawan yang bertapa di tanjung kusta. Tiap tahun kau minta tolong untuk si nganu dan si anu dan terakhir kerabatmu masih memakai namamu meminta tolong , sudah dua tahun waras anaknya di rujukan berkat barang antik. Dan kini mengapa kau menjual barang antik itu?

Tahu balas budilah dikit kau

 

DIBALAS MELUDAH

 

Cuih !

Kalian memang tak suka dan tak akan pernah menyukaiku, Kalian tukang iri , tukang pembenci Kerja kalian cuma bisa mencaricari kesalahan, bisanya hanya menyalahkan setiap kebijakan yang capek-capek dibuat orang.

Kalian itu sms , susah melihat orang senang , seperti aku yang kini lagi senang karna penguasa tunggal penjual barangbarang antik yang suka kalian gelitik.

Padahal kalian sendiri tak becus untuk memperbaiki diri kalian sendiri atau pun menyusun kebijakan baru yang lebih ideal lagi .

 

Terdengar suara gemuruh tepuk tangan, mata laki-laki itupun melirik dengan liarnya

Rupanya tepuk tangan itu dari orangorang yang membeli dagangan antiknya walau dengan menjuali barang lainnya atau mengutang , berharap kedepan balik modal .

 

O , tidak ! Mau jadi apa kampung ini jika kedepan berharap balik modal ?

Terlebih yang kau hitung dengan perkepala menjualnya satuan harganya sedangkan kepalakepala itu caloncalon pemimpin masa depan.

Sama seperti dahulu sebelum kau jadi orang.

 

TERDIAM

 

Namun tak satu pun di antara kita yang terdiam tertunduk menyadari halhal besar di mulai dari yang kecil.

Hari ini kau telah kehilangan 1000 suara ketika kau jual barang yang terbaik itu bukan kau pertahankan.

 

 

SigondrongDalamDiam

30 Desember 2019

 

NYAMUK

Kecilkecil penghisap darah

Gatalgatal sakit dihisapnya

Bertamu tiada cukup satu adanya

Entah dari manamana datangnya

 

Dalam gelap paling disukainya

Tak bisa ditolak kehadirannya

Walau anti sudah terpasang sengaja

Tetap saja mencari sela menghisap darah

 

Lapar mati

Kekenyangan mati

Berkembang biak begitu cepatnya menjadi

Seakan seratus mati seribu terlahirkan kembali

 

Dasar nyamuk buatku ngamuk

Diajak bertumpuk pun dipaksanya ku menggarukgaruk

Merubah wujudku seketika gatal mengaruk

Seperti beruk

 

Sigondrongdalamdiam

28 Desember 2019

SUKA , DARI MATA TURUN KE HATI

Aku bisa apa?

Jika tak suka itu sudah menjadi pilihanmu

Aku bisa apa?

Jika sukaku menjadi tak sukamu

Dan ketidaksukaanku menjadi kesukaanmu

 

Tak mungkin harus dipaksa

Atau pun juga harus memaksa

Suka tak suka urusan rasa

Dari mata turun ke hati

 

Aku tak akan mengapangapai

Tak akan meminta atau pun memaksa

Ketidaksukaanmu menjadi kesukaanmu

Ketidaksukaanku menjadi kesukaanmu

Karna suka tak suka itu masalah rasa

Dari mata turun ke hati

 

Aku tak bisa apaapa

Jika sukamu ketidaksukaanku

Aku tak biasa apaapa

Saat ketidaksukaanmu adalah kesukaanku

 

 

Suka tak suka yang bicara rasa

Dari mata turun ke hati

 

SigondrongDalamDiam

27 Desember 2019

Denyut

Bekas luka tikaman di leherku

Menciptakan rasa denyut yang hebat

Dalam cuaca yang tak bersahabat

Seperti cuaca percintaan aku dan kamu

 

Menjalar perih ditahankan mata

Melihat sakit terpejamkan pun sakit

 

Ampunku ,

Minta ampun aku padaMu

Ampunku ,

Melihat ampun perlakuanmu

 

Denyutku

Menjalar ke dalam hati

Mencintai sakit hati

Merindui sakit hati

Mencintai sakit merindui hatihati

 

Sigondrong Dalamdiam Melangit mimpi

27 Desember 2019

HAIKU UNTUK TRISNO SORITON ( BONIFADIUS P SORITON )

#1

Dalam kidung

Sunyimu yang lindap

Di peti mati

 

#2

Habiskan lilin

Kalahkan si mentari

Bertemu bapa

 

#3

Jelang ahad

Bapa memanggilmu

Menunjuk sorga

 

#4

Beranda sepi

Ditinggal bilik sunyi

Menuju mati

 

#5

Pemilik sunyi

Dibilik peti mati

Desember pergi

 

 

 

SigondrongDalamDiam

O8_10 Desember 2019

Selamat jalan sahabatku saudaraku Trisno Soriton penyair bilik sunyi haiku.

 

KESAKITAN KU

Bekas luka yang tertinggal

Menjadi keramat rasa denyutnya

Di dalam hujan yang turun

Di dalam terik yang melanda

Hanya dalam diam menahankannya

Penuh mata yang berkacakaca

Sedangkan ia , menoleh pun tiada

Etawa bagai menikmati kesakitan ku yang ada

 

SigondrongDalamDiam

26 Desember 2019

TAK BERNAPSU

Engkau bukan tak paham dengan bahasa diam yang kulakukan

Namun demi meraih kemenangan sendiri kau pun purapura tak mengerti

Aku merasakan itu , di dalam tiaptiap kehendak muntahku

Yang tak sanggup berpikir terlampau kuat

Mengingat.

 

Yang kutahu ,

Di dalam isi kepala dan hatiku

Masih seperti dahulu.

 

Yang kutahu ,

Yang ada di dalam pikiran dan hatimu bukan lagi aku

Seperti dahulu.

 

Tak bernapsu

Segalanya kini terlihat semu

Bukan kehilangan napsu

Namun kehilangan cinta dan rindu

 

 

 

 

 

Sigondrong Dalamdiam

27 Desember 2019