AKU DAN NAPASKU

Telah kuhembuskan cintaku

Dalam diam satu tarikan napas

Walau kutahu tak pernah kau tangkap

Terus saja kuhembuskan dengan cepat

Dalam satu napas

 

 

Sekarang mungkin kau tak tahu

Bahwa cintaku dalam satu tarikan napas

Namun ketika nanti napasku berhenti

Dan tak bisa lagi menghembuskan kepadamu

Kau pasti merindukan angin

Yang kuhembus satu tarikan napas

 

 

Harus siap merasakan sakit

Harus siap untuk kehilangan

Harus siap untuk terluka

Karena hanya cinta yang sungguh

Mengijinkan dapat merasakan satu napas cinta

Untuk menangis

 

Seperti saat ini

Setiap  kali emosi itu jatuh

Kubangun cinta satu tarikan napas

Atau seperti saat kemarin

Tatkala terbaring kaku tubuh menahan sakit

Aku pulas tertidur dalam tarikan panjang satu napas cintaku padamu

 

Aku senang  mencintaimu

Dalam tarikan satu napasku

Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup

 

Jadi, ya sudahlah…

Aku tak mau tahu , apakah kau mau tahu apa tidak

Yang kutahu aku dan cintaku hanyalah padamu

Dalam satu tarikan napasku

 

SigondrongDalamDiam

31 Januari 2020

APABILA AKU NANTI MATI (3)

Jika tiba waktuku nanti

Di mana lidahku kaku , mulutku terkunci

Mataku bersinar ketakutan

Pintaku kepada Tuhan…

Kuingin merebahkan kepalaku ini

Pada pangkuan Arsy

Hingga Kissa yang menuntun kalimat suci itu

Baris demi baris

Sambil tanganku menggengam Genta dan Yola

Sampai hilang napasku

Jangan pernah tangisi

 

Apabila aku mati

 

SigondrongDalamDiam

29 Januari 2020

APABILA AKU NANTI MATI (2)

Karna aku hidup

Aku dengan sabar menunggu masa itu

Penuh sabar  datang menjemput kematianku

Aku tak pernah takut

Akan kata maut mengampiriku

Aku hanya memohon

Sebelum datang masa itu

Biarkanlah kuselesaikan segala urusan duniawiku

Hingga puas seluruh anggota tubuhku

Saat ditanya kelakuanku , semasa hidup.

Apabila aku mati nanti

Kuingin kau jangan menangis

 

 

SigondrongDalamDiam

29 Januari 2020

APABILA AKU NANTI MATI

Jika tiba mataku nanti

Kau lihat bagai ingin menyampaikan sesuatu

Kuingin engkau tahu

Bahwa di dalam diamku

Aku lelah menahan bicara

 

Jika tiba nanti mulutku

Terkunci rapat namun ingin mengucap

Kuingin engkau tuntunkan kepadaku

Dua kalimat sakti itu

Karna aku yang di dalam diam semasa hidupku

Hanya terbiasa menuliskan aksara mati ludah bangkai

Aku tahu , jalan kematianku nanti begitu sakitnya

Lebih sakit dari denyut di leherku yang terkadang muncul tibatiba

Maka lepaslah aku dengan senyuman

Relakan aku dengan tawa manja

Aku tak ingin…

Ada tangis tangisan di waktu ku mati

Biarlah aku yang menangismu dari dunia kematianku

Dan percayalah duhai semua

Kematianku hanyalah menyempurnakan suatu proses kehidupan

Untuk kita berjumpa kembali

 

SigondrongDalamDiam

28 Januari 2020

 

PERIHNYA DI BEKAS LUKA

Lelah kucoba menitikkan satu pikir

Untuk membujuk rasa sakit

Hilang….

Muncul.

Hilang….

Muncul.

Lebih baik menghadapi biangnya hantu

Daripada meratapi biangnya denyut yang tak tahu dimana.

Di sentuh bagai ada duri

Di tekan seperti ada jarum

Seakan teraliri aliran listrik

Semua menjadi kontak

Perihnya.

Di bekas luka..

 

 

Sigondrong Dalamdiam

27 Januari 2020

WAHYU (DI)PEMBODOHAN

Wahyu (di)lewatkannya

Kewajiban menyampaikan kabar

Sebagaimana tertuang dalam wajar hibah

Yang ia mintakan ditiap tahunan pemilihan

 

 

Wahyu (di)am bukan kehilangan mengabarkan

Sepintas lalu memang sengaja pembodohan

Keterbukaan baginya itu ketelanjangan

 

Wahyu (di)umum porsi kedudukkan

Pintar ngaji pintar nyanyi pintarnya memintari

Kurang puas pada bilangan

Meloroti terus sumber penghasilan

Daerahku bukan daerahmu

 

Wahyu (di)perlihatkan selalu kabar kebenaran

Tanpa komisi umum di dalam komisi umum

Kenyataan yang benar pembodohan

Penyampai layar hanya empat biji kabar

Sedangkan layar dibenamkan ratusanjuta kehidupan

 

SigondrongDalamDiam

26 Janiari 2020

 

 

HALAMAN WAHYU (DI)KUMPULAN HALAMAN

Wahyu (di)suatu kumpulan-kumpulan halaman

Yang menampilkan berbagai macam kabar tertulis

Keterangan yang nyata benar

Tiruan barang , orang , binatang dan tumbuhan dalam goresan pinsil

Diam dan bergerak

Hanya empat biji ,yang terlihat di layar

Lebih dari seratus juta memakan

Untuk Wahyu (di)halaman-halamanr mengumpulkan kabar

 

Wahyu (di)kumpulan-kumpulan halaman rumah

Berkaitan dengan statistika

Dinamisnya dipertanyakan

Dimana membentuk satu rangkaian bangunan yang saling berkaitan

Masing-masing dihubungkan dengan jaringan halaman

Sesuai pada kebutuhan

Untuk menghubungkan suatu bagian dengan bagian yang lain

ke tampilan ketrampilan wahyu (di)kumpulan-kumpulan halaman seratus juta lebih itu ,

Perlu dipertanyakan?

Mengarah kemana?

Diarahkan dimana?

Kekantong  celana sajakah?

Atau kekantong baju kemajanya?

 

Wahyu (di)halaman berkumpul

Bukan tak paham ia tidur mendengkur

Statis halaman yang tidak berubah jadi kamar itu

Diartikannya untuk melakukan sebah perubahan secara manual

Yang gratisan.

 

Dinamis urutan diperuntukannya sesering mungkin

Utama mengutamakan (di)anya sahaja

Peduli pada pembodohan kabar.

 

Interaktif interaksi Wahyu (di)berinteraksi cukup lewat yang gratisan

Bagi Wahyu (di)sampaikan tidak disampaikan bukan jadi kepentingan

Ada yang gratis mengapa berbayar?

Makan besar dalam kabar mengabarkan

 

Coid

Usaha yang memiliki sah halaman

Goid

Khusus digunakan untuk resmi

Acid

Diperuntukkan pendidik mengajar

Orid

Hanya untuk segala macam perkumpulan

Warnetid

Industri jalan internet

Schid

Hanya terkhusus rumah didik mengajar

webid

Biasanya digunakan semua dalam melakukan kegiatannya.

 

 

Wahyu (di)am…

Pasang wajah hibah

Minta pembenaran.

 

 

SigondrongDalamDiam

25 Januari 2020

PESAN IBUKU

Ibuku pernah berkata

Orang cina itu matanya sipit karna terlalu banyak menangis

Bagaimana bisa Bu , kataku

Sebab musim yang tidak bersahabat anakku

Bagaimana mungkin Bu , kataku kembali

Anakku kamu masih terlalu kecil untuk mengerti

Dan kamu belum mengerti apa-apa

Tentang musim dan tentang sahabat .

 

Ibuku selalu saja begitu

Selalu saja mengatakan demikian

Bercerita namun tak pernah menuntaskan

Aku selalu harus dapat memahami

Sampai waktuku tiba untuk mengerti

Katanya.

 

 

Apa itu musim?

Siapa itu sahabat?

Dan mengapa musim tak pernah bersahabat

 

Aku lihat langit

Di kala malam

Aku pandangi langit

Di saat siang

Aku renungkan langit

Di siang malam

 

Tiada pernah sama curah hujan di bumi

Tak akan pernah sama lama kemarau itu terjadi

Perbedaan yang membuat musim menjadi tak bersahabat

Kini aku mengerti Ibu

Namun terlambat menjelaskan padamu Ibu

Ibuku telah pun pergi

Ke dalam pusat bumi

Abadi.

 

SigondrongDalamDiam

25 Januari 2020

SAYANG

Bulan dalam sarung malam

Lekat kobar birahi

Sinarnya terpagut salam

Geger sepanjang ranjang

 

Menyelam tanpa kolam

Berenang saling bergantian

 

Nikmat mana yang terdustakan

 

 

 

SigondrongDalamDiam

24 Januari 2020