Apakah Sudah Tiada Lagi Cermin

Apakah Sudah Tiada Lagi Cermin

Apakah sudah tiada lagi cermin
Hingga tiada ketahuannya gambar
Jika sudah tiada lagi cermin
Terik matahari masih dapat dijadikan bayang
Atau pergi saja ke perigi
Perigi mampu memunculkan rupa

Akan dimana?
Letak mulutmu
Meletak matamu

Jangan maling teriak maling
Jangan maling meneriakkan maling

Lalu…
Pura-pura menjadi korban
Memakai narasi pengabdian ban
Yang kau lupa siapa yang menunjukkan jalan

Apakah tiada lagi cerminmu ?

Sigondrong Dalamdiam
30April2020

Harapan

Hujan menguyur kota
Di batas yang mana engkau tiada merasakannya
Setelah beranjak senja tadi tanpa pelangi
Tergagap kita menoleh ke depan beranda
Halaman itu masih sama
Gersang hampir menyeluruhnya
Di balik kaca daun jendela , engkau termangu mengintip rupanya
Sedangkan daundaun telah pun berguguran
Menjalankan proses alam yang telah disuratkan
Aku masih menggengam bunga
Walau harumnya tak lagi sama

SigondrongDalamDiam
29April2020

Berbagi itu Indah

Melintasi jalan Sisingamangaraja pas di depan salah satu caffe tempat kawula muda sering nongkrong ngopi akan terlihat papan kantor atas nama : Notaris Elviana Sagala SH Mkn , notaris yang juga dosen di Universitas LabuhanBatu ini selain cantik beliau memiliki pribadi yang ramah serta humor yang tinggi di samping juga tegas dan kuat pada prinsip , sosok yang enak di ajak ngobrol sambil ngopi ini sejauh yang penulis kenal adalah sosok gemar berbagi , sebab dari gemar berbaginya itulah awalnya penulis kenal , saat itu penulis masih mengaktifkan tempat belajar gratis yang bernama Perpustakaan Astana Air Mata , beliau adalah salah satu yang aktif berbagi kepada anak-anak Astana . Dari Perpustakaan Astana Air Mata itulah penulis tahu kalau hobbi berbaginya itu ternyata dimulainya rutin tiap bulan (walau tak ada tanggal pasti namun selalu pasti dalam tiap bulan ) kepada warga sekitar rumah atau pun pada warga luar terutama pada yatim piatu dan muallaf .
Jadi sama sekali bagi penulis tidaklah heran jika baru-baru ini mendapati kabar di tengah-tengah covid19 beliau Bunda biasa penulis panggil bersama suami tercintanya Mulatua Pasaribu yang juga aktif sebagai Ketua pemuda di salah satu organisasi kepemudaan mengadakan program berbagi itu indah terhadap warga yang tidak mampu setidaknya ada sebanyak 23 karung beras 5kg dibagiian untuk abang-abang yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor . 2 karung untuk petugas parkir , 10 karung untuk kaum dhuafa , 1 karung untuk seorang muallaf ,, 28 karung beras untuk warga sekitar beliau tinggal , 1 karung untuk keluarga yatin piatu adanya .
Hitung-hitung sedekah untuk bekal nanti kata Bunda Elviana saat penulis tanyakan di sela-sela telah usah pembagian beras .

” Aku pikir bunda mau mencalon bupati makanya bagi-bagi , tapi aku kok nda dapat ya ” .Tanya penulis bagai nak menggarainya .
” Belum ada sampai saat ini bakal calon bupati dan wakil bupati berbagi lho Bun tapi kok memasangi besar-besar baleho dan spanduknya yang banyakkan , entah yang tak sampai ke mata mereka hingga ke hati tak tahulah , pada hal masyarakat menunggu uluran bantuan di saat-saat seperti ini . “.
Covid bukan hanya membuat hati dan pikiran susah karna penyebarannya yang harus diputis dengan banyak di rumah tapi covid19 telah berhasil membuat pendapatan masyarakat ke bawah semakin moratmarit .
“Huss… kata Bunda Elvi , kita murni panggilan naluri , bukan ada embel-embel mau itu mau ini . Ada rejeki kita sedikit . Ya nda ada salahnya kita berbagi karna di dalam rejeki kita yang di berikan yang maha kuasa , sesungguhnya ada rejeki orang lain , Kami sekeluarga nda butuh penilaian saat ada maunya baru memberi , jika tak ada tujuan politiknya maka tak memberi . biar Tuhan yang menilai Aamiin” .

Tali Asih SMPN 1 Rantau Selatan

Puji Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyanyang dan berkah Kamis 23April2020 , di salah satu sekolah rujukkan menengah pertama SMPN 1 Rantau Selatan Kabupaten LabuhanBatu . Sekolah yang dipimpin oleh Kartini masa kini yakni Ibu Supiani selaku Kepala Sekolah tadi pagi kisaran jam 1Oan lewat sikit , bersama Dewan Guru , Komite dan beberapa orangtua anak didik yang mampu telah berhasil membuka pintu langit kepada 55 Orangtua murid yang tak mampu dengan berbagi itu indah karna dampak corona .
Di dalam kesepiannya yang telah terbungkus kerinduan yang bagai menyayat-nyanyat terhadap anak didiknya karna harus diliburkan sekolah mengikuti anjuran Pemerintah untuk di rumah saja . Ibu Supiani berpesan kepada Orangtua murid yang hadir dan anak didiknya yang yatim lagi piatu , untuk tetap di rumah saja belajarlah bersama guru masing-masingnya via media sosial Whapsapp , jangan sungkan untuk bertanya karna Guru itu tempatnya pertanyaan . mari sama-sama kita patuhi anjuran pemerintah biasakan mencuci tangan , jaga jarak , keluar jika hanya ada keperluan yang mendesak , gunakan masker , jangan kumpul-kumpul apalagi main warnet . jika bukan kita yang memulai memutus mata rantai Covid19 siapa lagi ucap Ibu Supiani .
Ke 55 Paket Sembako yang dibagikan tersebut adalah beras dan mie instan hasil dari sumbangan Kepala Sekolah , Dewan Guru , Komite dan Orangtua murid yang mampu sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap satu kesatuan keluarga di lingkungan sekolah karna dampak dari Corona .
Mungkin apa yang telah dilakukan Ibu Supiani dengan Dewan Guru , Komite dan beberapa dermawan Orangtua murid adalah tidak seberapa nilainya namun penulis apresiasikan sangatlah menyentuh walau tidak semua yang tersentuh sebab di antara 1000 tak sebanding cuma 55 namun begitu pun salut dan bangga penulis . Sebab seperti yang kita ketahui Corona telah pun membuat tidak hanya susah hati dan pikiran tapi membuat susah mata pencarian dampaknya sedangkan anjuran pemerintah memutus mata rantai penyebaran virusnya .
Kepekaan seseorang pemimpin dan terbukanya hati para dermawan sangatlah mampu meringankan keadaan yang tak menentu dari hari ke hari bagi yang tiada mampu daya dan upaya menjalani kehidupan .
Tali Asih SMPN 1 Rantau Selatan sangatlah membantu orangtua murid di mana garis kehidupan dibawah jauh kata mapan .
” Terimakasih Ibu Supiani ” terdengar begitu pelan bagai ada yang ditahan , kata itu terucap dari salah satu Orangtua murid yang anaknya duduk di kelas Vll rupanya Ibu tersebut baru sekali ini mendapat tali asih selama dampak corona berlangsung sedangkan di luar sana banyak dermawan berbagi .
Sebelum acara tali asih di tutup tak bosan-bosannya Ibu Supiani kembali mengingatkan (baca pesan yang di atas : lho) dan meminta kepada para Guru-guru untuk bergantian hadir ke sekolah karna murid yang diliburkan para Guru tidak .
Acara tidak pakai penutupan sebab pembagian tali asih langsung wali kelas yang mendatangi rumah wali murid.

SigondrongDalamDiam

Minuman panas dalam botol
Diminumnya pula dengan pipet
Memanglah kalau orangnya tolol
Cerdasnya hanya dengan merepet

Ubi kayu di rebus dan di goreng
Di santap dengan secangkir kopi
Orang sok cantik rupanya koreng
Menutupi keburukkan dengan pura-pura berbudi

Ikan laga ikan kakap
Dua ikan si air tawar
Mengapa begitu cepat lupa dan gagap
Budi baik orang kau lepas sawar

SigondrongDalamDiam

Tali Asih Dampak Covid19 SMPN 2 Rantau Utara

Di bawah suasana langit yang bersahabat di tengah-tengah pandemi Corona yang melanda , di salah satu sekolah menengah pertama SMP Negeri 2 Rantau Utara , hari ini Rabu 22April2020 kisaran jam sebelasan siang penulis menyempatkan diri memenuhi undangan dari seorang sahabat yang berprofesi Guru yakni Ibu Juli Ginting nan cantik di Sekolah yang dipimpin oleh Bapak Sugiarto .
Seperti kata pribahasa harimau mati meninggalkan belang Gajah mati meninggalkan gading tapi tentu bukan belang yang kusam atau pun gading yang retak-retak kiranya begitulah pencapaian yang ingin diharapkan saat penulis diperlihatkan pemandangan yang luar biasa .
Lewat dewan guru serta komite dengan dukungan beberapa wali murid sosok Bapak Sugiarto sebagai kepala sekolah telah sukses mengelar acara berbagi itu indah . Dimulai dengan pembagian masker berlanjut Tali asih , tentunya memerlukan dana tidaklah mungkin tanpa dana acara akan terlaksana , dimulai dari kepala sekolah lanjut dewan guru dan komite sekolah beberapa wali murid yang mampu pun turut andil maka terjadilah , 77 Paket sembako yang siap dibagi-bagikan yang tiap paket masing-masing ada Beras ,Mie instan , Telur , Gula dan Bubuk Teh walau ini di bagikan kepada 77 Wali murid yang tidak mampu , sedangkan 12 karung beras lagi kepada Bapak-bapak yang berprofesi sebagai penariik becak bermotor (betor) yang setia mangkal di depan sekolah . 12 paket ini yang dibagikan kepada Bapak-Bapak betor berupa beras 10kg sebagai bentuk wujud nyata kepedulian sekolah terhadap memutus rantai covid19 dan dampak .
Acara tali asih ini juga di hadiri Kadis Pendidikan LabuhanBatu Bapak Syaiful Azhari di mana dalam kata sambutannya tadi sempat penulis tangkap permohonan beliau sebelum di awal beliau menganjurkan untuk selalu bersyukur di tengah pandemi Corona beliau mengajak untuk sama-sama memutus mata rantai covid19 dengan menahan diri , tapi bukan berarti diri yang ditahan sebab jika diri yang ditahan itu sama halnya dalam sel penjara . Menahan diri yang dimaksudkan Kadis Penddikan adalah untuk di rumah saja tidak keluar bila tidak perlu , menahan diri untuk tetap membentuk karakter murid di saat Corona memaksa belajar di rumah saja . Maka Orangtua murid dan Guru juga harus bisa menahan diri untuk sama-sama mendidik mengajar , Guru tidak memberikan pelajaran yang sama dengan saat-saat biasa di sekolah , lebih mengutamakan membentuk karakter sesuai agama masing-masing .

Di wakili oleh wali murid yakni orangtua dari Rivaldo kata sambutan dan penutupan itu begitu indah dengan cukup berkata terimakasih , sungguh kata sambutan yang di luar perkiraan penulis , singkat , padat memaksa penulis berpikir lebih dalam berakhir timbul pertanyaan mengapa , hingga tersampailah membawa kembali ingatan penulis dalam perbicangadi depan kelas hanya untuk menemukan jawabannya , Di depan beranda kelas di ujung kantor Kepala Sekolah dan dewan Guru letaknya penulis ingat betul kalimat : ” Ini baru pertama kali ” kalimat itu diucapkan Bapak Sitompul dan Bapak Manurung . Ini baru pertama kali . Wah.. Keren berarti Bapak Sugiarto sebagai Kepala Sekolah telah menciptakan sejarah baru di SMP Negeri 2 Rantau Utara sejak diangkat menjadi kepala sekolah . Bapak Situmpul yang anaknya kelas Vll itu berprofesi sebagai penarik betor begitu pun Bapak Manurung yang anaknya kelas lX .
Jadi ingat penulis kata ketua Komite Sekolahnya mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan kita upayakan terus berlanjut dan akan tambah kuotanya tentu itu doa penulis sebab 1000 banding 77 penulis anggap belum begitu tersentuh rata walau sudah menyentuh .

SigondrongDalamDiam

Kuajak Dikau

Kuajak dikau bermesraan
Dalam canda cium-ciuman
Selayaknya dua insan
Yang bercinta di dalam taman

Kuingin kan mesra berdua-duaan
Karna cinta dan kerinduan
Tidak kuingin kepura-puraan
Di hati dan di pikiran

Jika sudi tanda sayang
Jika bersudikan bukti penyayang
Jika mempersudikan tanda bakti kasih sayang
Anda kesudian tanda bukti bakti setia kasih sayang

Tidak kusedang menapsir
Hanya ku ingin memforsir
Rasaku rasamu apakah satu dosir
Hingga gemilang menjadi eliksir

SigondrongDalamDiam
22April2020

Kiambang

Di pinggir parit di jalanan desa
Kiambang tumbuh menghias
Hijau berseri di atas air
Kembangmu nan rupawan
Kiambang memang tak seharum melati
Baumu kiambang tiada pun ada
Namun hadirmu di pinggir parit desa di antara hamparan sawah
Menjadikan kan asri untuk mencintai
Kiambang… kembang liar di atas air
Kecantikanmu tak dapat menyaingi teratai
Kehadiranmu namun dapat membuat ikan menjadi senang

Di pinggiran parit desa di antara hamparan sawah
Kiambang tumbuh tiada tahu siapa penanamnya
Tenang di atas air tanpa harus mengikat akar ke dalam dasar
Baumu kiambang tak pun terciumkan
Walau mekarmu ada seperti yang kembang lainnya

SigondrongDalamDiam
22April2020

Anggrek

Pertama kumenyukai mawar
Habis sungguh semua tangan
Penuh darah denyut merambat
Bagai hilang akal pikiran
Duri mawar ternyata berbisa
Mampir mati menahankannya

Sampai aku menemukan anggrek
Yang tertanam bukan di dalam taman
Tapi di beranda rumah yang sederhana
Anggrek itu sungguh menawan
Hingga tanpa sadar menjadi penawar
Luka-luka duri mawar

SigondrongDalamDiam
21April2020