Ayat-ayat Kalam

Hujan adalah anak-anak dari awan
Dimana awan menikah dengan matahari
Lalu terjadilah persetubuhan
Awan mengandung dalam kegelapan
Karna penguapan yang kantuk sangat panasnya dari matahari
Sedangkan angin menjadi juru sehatnya
Lewat pergesekkan di antara awan yang mengandung
Terdengarlah rasa sakit awan yang mau melahirkan rintik
Sehingga bumi beserta isinya dapat menikmati
Bahwa air tak hanya mengalir dari hulu ke hilir
Tapi dari atas langit menuju bumi

SigondrongDalamDiam
28September2020

Mistik Pilkada

Dan,
Setelah pencabutan nomer urut peserta pilkada
Banyak orang ramairamai menjadi peramal angka
Watak berjudi dan percaya mitos
Masih menjadi etos
Namun seni budaya di telah ditinggalkan jauh
Seperti ibu yang telah pulang ke pertiwi
Yang kita tahu hanyalah menabur bunga sebagai bentuk penghargaan semata
Tanpa tahu makna mengapa ibu pulang ke pertiwi
Dengan menanggung malu

Sigondrong Dalamdiam Melangit mimpi
24September2020

Petani dan Agraria

Setiap tahunnya di tiap tanggal 24 September selalu diperingat sebagai Hari Tani Nasional. Sesuai dengan Keputusan Presiden melalui Kepres RI No. 169 tahun 1963 dan diambil dari tanggal dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada tahun 1960.
Kemudian hari tersebut menjadi tonggak sejarah bangsa dalam memandang arti pentingnya para petani dan juga hak kepemilikan di atas tanah, sehingga menjadi harapan yang berlanjutan untuk masa depan agraria di Indonesia.
Berbicara petani maka tak akan lepas dari tanah tentunya sebagaimana pendiri bangsa ini berbincang Marhaen tidaklah lepas dari sawahnya, Marhaen tidak cukup berbekal cangkul sedangkan tanah garapan adalah sungai.

Terpandang sangatlah sungguh luhur secara tertulis karna negara memberikan bentuk penghormatan kepada Petani dengan menjadikan tanggal 24 September kepada petani di Indonesia sebagai hari besarnya, Namun faktanya penghormatan itu hanyalah sekedar memperingati di tanah lapang atau pun di sawah-sawah dengan panen raya, karna sampai sekarang petani sepakat tidak terlepas dari penderitaan di dalam pekerjaannya di atas tanahnya yang katanya telah merdeka sejak lepas dari cengkraman kolonial Belanda.

Secara sejarah memanglah cukup panjang Hari Tani ini untuk dapat dinikmati hanya sebagai hari penyemangat para petani jika mengacu pada sejarahnya, mulai darinya Ibu Kota Repubilk masih berkedudukan di Yogyakarta tahun 1948 penyelenggara negara telah membentuk panitia Agraria namun situasi politik yang tidak menentu membuat menjadi hanya sekedar wacana

Sampai ibukota Republik ini kembali ke Jakarta melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 27 Desember 1949 yang menghasilkan persetujuan antara Republik Indonesia dengan Belanda, atas pengakuan kedaulatan politik Negara Indonesia maka kemudian Panitia Agraria Yogya diteruskan kembali di Jakarta pada tahun 1951, dengan nama Panitia Agraria Jakarta. Dalam perkembangannya, berbagai panitia yang telah terbentuk itu pun gagal tanpa membuahkan hasil apa-apa. Hingga Panitia Agraria Jakarta tersebut diteruskan oleh Panitia Soewahjo (1955), Panitia Negara Urusan Agraria (1956), Rancangan Soenarjo (1958) dan Rancangan Sadjarwo (1960).

Jiwa kolonial Belanda yang masih tidak rela melepaskan wilayah Irian Barat, terus mengulur penyelesaian.hingga berdampak pada pemberian tindakan tegas dengan membatalkan perjanjian KMB secara sepihak pada tahun 1956 serta merta diikuti dengan nasionalisasi perkebunan-perkebunan asing, dengan di susulnya Pemerintah RI kemudian mengeluarkan UU No 1 tahun 1958, tentang penghapusan tanah-tanah partikelir (bukan untuk umum; bukan kepunyaan pemerintah; bukan (milik) dinas. swasta)
Untuk menjagakan tanah-tanah tersebut oleh penguasa kolonial disewakan atau dijual kepada orang-orang kaya, dengan disertai hak-hak pertuanan (landheerlijke rechten, Hak pertuanan artinya sang tuan tanah berkuasa atas tanah, beserta orang-orang di dalamnya) Misalnya, hak mengangkat dan memberhentikan kepala desa, menuntut rodi atau uang pengganti rodi, dan mengadakan pungutan-pungutan.

Dengan UU No 1 tahun 1958 itu, hak-hak pertuanan hanya boleh dimiliki oleh negara. Kemudian upaya mengambil alih lahan asing ke tangan rakyat atau petani dilakukan dengan ganti rugi yang sesuai.( Artinya, reforma agraria dikoordinasikan oleh pemerintah dengan cara ganti rugi untuk meminimalisasi adanya konflik memang telah dilakukan dimasa orde lama).

Selama 12 tahun lamanya menunggu melalui prakarsa Menteri Pertanian 1959,
Soenaryo. Barulah penantian panjangan Rancangan Undang-Undang itu digodok Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) yang kala itu dipimpin Zainul Arifin, yang mana Menteri Agraria saat itu, Mr Sardjarwo hingga DPR-GR bersidang pertama kalinya membahas agrari tanggal 12 September 1960, Mr Sardjarwo dalam pidato pengantarnya menyatakan, “…perjuangan perombakan hukum agraria nasional berjalan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari cengkraman, pengaruh, dan sisa-sisa penjajahan, khususnya perjuangan rakyat tani untuk membebaskan diri dari kekangan-kekangan sistem feodal atas tanah dan pemerasan kaum modal asing.”
Yang disusul kemudian, pada pada 24 September 1960, RUU tersebut disetujui DPR sebagai UU No 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, atau dikenal dengan Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA). UU Pokok Agraria menjadi titik awal dari kelahiran hukum pertanahan yang baru mengganti produk hukum agraria kolonial.

UUPA 1960 merupakan payung hukum (Lex Generalis) bagi pengelolaan kekayaan agraria nasional. Kekayaan agraria nasional tersebut mengacu kepada Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang berbunyi “bumi dan air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Undang-undang ini lahir dari semangat perlawanan terhadap kolonialisme, yang telah merampas hak asasi rakyat Indonesia selama ber-abad-abad melalui Agrariche Wet 1870.

Prinsip UUPA adalah menempatkan tanah untuk kesejahteraan rakyat. UUPA mengatur pembatasan penguasaan tanah, kesempatan hak yang sama bagi setiap warga negara untuk memperoleh hak atas tanah, pengakuan hukum adat, serta warga negara asing tak punya hak milik.
UUPA ditetapkan pada tanggal 24 September. Karena itulah kemudian setiap tanggal itu diperingati sebagai Hari Tani Nasional.

Pertanyaannya sudahkah Tani mendapatkan haknya?, yang tak hanya berkutat pada label pupuk murah(subsidi).
Sudahkah petani merasakan harga yang pantas untuk hasil yang telah ia tanam? ,yang bukan hanya sekedar panen.
Sudahkan petani bertani dengan nyaman?, mengingat banyaknya konfilk agraria yang dari rezim ke rezim tak pernah selesai karna selalu dimenangkan oleh yang punya uang dan kekuasaan.
Jawabannya adalah belum.
Karna masih banyaknya petani yang tak boleh menanam dan tak boleh memanen di tanah leluhurnya sendiri karna apa? Karna peninggalan belanda yang menjajah masih kuat bercokol
Lalu dimana pemerintah pusat baik daerah?
Masih tidur dan ditidurkan mungkin itulah jawabannya jika mengacu pada bumi dan air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Selamat Hari Tani Nasional

*SigondrongDalamDiam

Napsu

Apa yang tampak oleh mata
Akan di salurkan melalui pikiran
Hingga berhenti kepada hati
Lalu mengendap bicara sendiri
“Hatihatilah, mengambil keputusan”
Karna yang terlihat, belum tentu benar dengan isi
Tak ada barang yang tak bertuan di muka bumi
Balas jasa?
Ataukah balas budi?
Suatu saat itu pasti

Sigondrong Dalamdiam
23September2020

Onani Diam

Sebelum hujan tadi
Aku melirik ke arahmu
Dengan tanda tanya besar
Jelas angin akan membawa kabar benar
Dingin yang membaca tulang akan sampai
Setelah hujan menyambar
Kemana teduh akan bersandar
Sedangkan rindu telah membunting
Cintaku pun tergunting
Hanyalah setia yang melawan dingin
Kecup jauh menjadi doa
Untukmu yang kulirik sebelum hujan tadi

SigondrongDalamDiam
13September2020

Mengenal Lebih Dekat di Belakang Bapak Faisal Amri

“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun.” Itulah ucapan salah satu putra jenius yang dimiliki oleh Indonesia , Bapak BJ Habibi .
Mempunya isteri cantik dan pintar tentulah idaman semua lelaki , namun untuk menjadi seorang Ibu yang baik, cantik dan pintar tidaklah cukup karna harus dapat memahami rumahtangga itu dengan segenap hati dan pikiran.
Beruntunglah sesorang lelaki yang bernama Faisal Amri seorang ASN di Pemkab LabuhanBatu, yang berkeingian mundur dari profesinya sebagai ASN dan berkeinginan maju menjadi wakil bupati mendamping Andi Suhaimi namun keinginannya bukan malah ditentang keras oleh isterinya yakni Sri Damayana tapi malah di dukung penuh segenap jiwa dan raga. Pada hal, Ibu dari 4 orang anak yakni , Anandya annisa. Akayla meikeysah. Aurelza Mireyda dan Atalarida Ananta ini tahu betul betapa susahnya menjadi seorang Aparatur Sipil Negara terlebih di era jaman Pakde Jokowi walau di era sekarang saat ini siapa pun bisa tanpa memandang kasta namun tetap saja persaingan begitu kuat, hanya nasib mujur yang dapat meraihnya. Hal ini sempat beliau alami selepas Dokter umum di UISU yang lanjut mengambil Spesialis karna mendapat bea siswa dari kemenkes sehinggga pun S2 juga di biayai kemenkes, memulai pengabdian di RSUD diawali sebagai tenaga kerja sukarela,
sesuai perjanjian di awal sekolah dulu, ternyata di persulit sana sini, hampir tidak diterima kembali ke Rantau Prapat, namun pihak Pemkab di surati kemenkes barulah beliau bisa balik karna belum PNS menjadi alasan penolakan Pemkab waktu itu masuk daftar K2 saja pun tetap di persulit, untunglah datang surat dari Kementerian Dalam Negeri, memerintahkan agar nama Sri Damayana diangkat barulah diproses masuk pengangkatan K2. Harusnya memang sudah sejak lama beliau di angkat jadi PNS namun karna imbas politik maka jadilah terkatung-katung. Hal inilah yang pernah beliau alami sendiri. Betapa sakitnya untuk menjadi PNS kala itu.
Perempuan yang kini menyandang gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) ini lahir di Rantau Prapat tepatnya di jalan Beringin depan rumah dinas bupati, hingga daerah stasiun kerata api tidaklah asing baginya karna dari anak-anak hingga remaja ia habiskan di arena tersebut, Taman Kanak-Kanak di Panglima Polem jalan KH Ahmad Dahlan, Sekolah Dasar di SD Impres 114386 Kodim. Smp di SMP Negeri 1 Rantau Prapat Jln Majapahit, SMA di SMA Negeri 1 Rantau Prapat jalan KH Dewantara.
Ayah dan Ibunya yang juga seorang pensiunan Pegawai Penyuluhan Kantor Informasi Penyuluh Pertanian ditambah pengalaman pribadinya harusnya memjadi alasan yang cukup kuat kiranya beliau menolak keinginan suami tercintanya untuk mundur dari ASN namun karna cinta yang begitu tinggi kepada suami bukan takut karna tidak mendapat surga kelak namun mengerti dan paham akan segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Tuhan yang maha esa maka keinginan suaminya untuk mengabdi lebih lagi kepada masyarakat luas harus ia dukung penuh.
Saat ditanya penulis menyangkut profesi kira-kira usulan apa yang akan diberikan kepada suami tercinta jika duduk jadi wakil bupati?
“Lho kok nanya ke saya yang jadi wakil bupatikan suami?”
” kan usulan apa kepada suami pertanyaan Bu dokter”
“Saya akan membisikkan kepada suami untuk usul agar RSUD lebih ditingkatkan lagi pelayanannya, hingga orang-orang yang sakit merasa di rumah sendiri bukan di rumah sakit”

*SigondrongDalamDiam

Di Belakang Bapak Faisal Amri

Sri Damayana , dari namanya jelas lebih condong kepada suku jawa, namun siapa yang menyangka , perempuan yang lahir pada bulan September ini adalah seorang boru Harahap ( boru sebutan suku batak untuk anak perempuan) . Nana biasa ia di panggil, perempuan yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan di Fakultas Kedokteran IUSU kesehariannya kini sebagai dokter spesialis kandungan sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau disingkat ‘obgyn’ inilah yang utamanya berperan dalam membantu memeriksa ibu hamil, membantu persalinan, dan perawatan setelah persalinan. Disamping bekerja tetap di Rumah Sakit Umum Daerah LabuhanBatu beliau juga membuka praktek pribadi dalam pelayanan pengobatan pelayanan kesehatan di luar praktik mandiri di Jalan Imam Bonjol.
Perempuan yang cantik ini merupakan Ibu dari anak-anak Bapak Faisal Amri , sosok dokter perempuan yang dikenal ramah dan murah senyum ini tidaklah hanya seorang dokter yang piawai menangani pasiennya namun telah dikenal dermawan di dalam melakoni profesinya. Entah berapa pasien yang ia tangani (operasi) berhasil sukses dengan ucapan hanya terima kasih alias ia bebaskan pembiayaannya, itu beliau terapkan pada pasien yang tingkat ekonominya tidak mampu tentunya. “Hitung-hitung amal buat masa depan di akhirat” kata beliau kepada penulis.
Hal yang paling tiada ia sangka adalah ketika pasien yang telah ia tangani secara gratis itu dipertemukan kembali oleh Tuhan yang maha kuasa, seperti baru-baru ini saat beliau berkunjung ke Kecamatan Panai Tengah, yang ia sendiri telah lupa pernah membantu orang harus memutar kembali ingatannya saat seorang ibu dengan mata yang berkaca-kaca datang kepadanya langsung memeluknya dan berucap, “Terima kasih Bu dokter atas bantuan Ibu dokter terhadap saya saat melahirkan dahulu dengan tanpa biaya, semoga Allah membalas kebaikan Ibu dokter”.
Itu hanya sepenggal dari banyak kisah perbuatan baik yang dilakukan oleh sosok dokter Nana dalam profesinya. Mungkin karna perbuatan baik inilah keluarga dokter Nana dapat melalui badai tatkala suami tercintanya dahulu mendapat musibah tidak main-main musibah itu, karna jika benar fitnah itu maka jeruji besi telah siap menanti, namun perbuatan baik yang selama ini keluarga mereka lakukan ternyata dapat menangkal fitnah tersebut hingga putusan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan suaminya maka lepaslah dari segala tuntunan hukum yang di tuduhkan pemohon terhadap termohon.
Kini, dalam dorongan yang sangat kuat untuk membawa sebuah perubahan menuju kemajuan untuk LabuhanBatu , suami dari dokter Nana , Bapak Faisal Amri rela meninggalkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dimana orang-orang banyak berkeinginan untuk menjadi ASN sampai-sampai ikut kelas tryout, tapi suami dokter Nana malah ingin mengundurkan diri ikut kompetisi Pilkada LabuhanBatu 2020 ini. dokter Nana hanya bisa dan mampu mendukung suami tercintanya walau dampak yang akan ia tanggung kelak sangat fatal, karna tidak ada gaji bulan tidak ada dana pansiu jika suaminya kalah. Namun sebagai isteri yang baik yang mencintai suaminya apa adanya, beliau selalu akan memberikan doa dan dukungan , tanpa harus memikirkan kalah atau menang. Karna kompitisi yang sebenarnya baginya adalah sebagai isteri wajib mendukung suami. Bagi dokter Nana karna suaminya adalah surganya maka ia percaya tiap niat yang baik pasti akan di bantu oleh Tuhan yang maha esa.
Maka ia yakin bahwa majunya suami tercintanya dalam kompetisi Pilkada sebagai calon wakil Bupati Labuhanbatu 2020 ini bukan karna suaminya ingin sebuah jabatan kekuasaan namun semata-mata ingin lebih dapat melakukan perbuat baik kepada lebih banyak orang lagi.
Sebagai catatan pembaca penulis mengenal dokter Sri Damayana karna pernah satu sekolah di sekolah menengah pertama(SMP) yakni SMP Negeri 1 Rantau Prapat , dan satu sekolah di SMA Negeri 1 Rantau Prapat. Walau saya sebagai penulis sewaktu sekolah jarang berinteraksi dengan beliau namun saya penulis bersaksi bahwa beliau dokter Nana adalah sosok perempuan yang cantik, tidak sombong , gemar membatu orang walau agak sedikit pendiam orangnya.
Sejak SMP penulis ingat benar kalau memang cita-cita Sri Damayana ini ingin jadi dokter karna diingatan penulis ada dua sahabat sekolah penulis di bangku SMP yang ditanyai Guru almarhum Bapak Purwandi yang ingin jadi dokter yakni Sri Damayana dan Tetty Nila Krisna , alhamdulillah mereka kini jadi dokter. dokter cantik yang baik hati.

*SigondrongDalamDiam