Kandang Perwakilan Keterwakilan

Gedung perwakilan adalah kandang hewan-hewan ternak yang lapar
Menanti pangan dari majikan rancangan.

Kenyang ketiduran
Lapar beributan.

Pemilik ternak adalah pemilih yang dibayar
Sekali bayar, hewan ternak menjadi liar tanpa batas kepedulian
Apa yang ada dihadapan pasti dianggapkan pangan
Mengingat memasuki kandang dengan nilai yang cukup besar.

Hingga pantaslah jika menghilangkan rasa kelangsungan hidup pemilih berbayar
Bagi hewan ternak yang penting kenyang sekumpulan
Walau ada ketua perwakilan ternak itu hanyalah seremonial
Sebagai tuntutan kumpulan.

Yang duduk-duduk di kandang
Bukanlah hewan ternak sembarangan
Yang duduk-duduk makan minum di dalam kandang adalah hewan-hewan pilihan.

Ada anak beranak
Ada anak agung
Ada anak bapak
Ada anak bini
Ada anak cucu
Ada anak didik
Ada anak ibu
Ada anak kandung
Ada anak sanak
Ada anak rantau
Ada anak wayang
Bahkan ada anak perusahaan
Yang kesemuanya itu tiada satu pun yang mengaku anak kencing
Atau anak-anak tersebut, tiada pernah satu bunyian mengaku anak kunci
Bagi masa depan anak-anak negeri.

Prilaku hewan ternak
Selalu nyaman dalam semak
Yang terbuka akan ditutup
Yang tertutup semakin disembunyian
Jangan sampai tercium bau kotoran satu kandang
Keterbukaan kandang adalah tabu

Perwakilan dan keterwakilan hewan
Sungguh-sungguh benar
Kenyang atau lapar menjadi dua pilihan ketergantungan

SigondrongDalamDiam
10Oktober2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *