Puisi

APABILA AKU NANTI MATI

Jika tiba mataku nanti

Kau lihat bagai ingin menyampaikan sesuatu

Kuingin engkau tahu

Bahwa di dalam diamku

Aku lelah menahan bicara

 

Jika tiba nanti mulutku

Terkunci rapat namun ingin mengucap

Kuingin engkau tuntunkan kepadaku

Dua kalimat sakti itu

Karna aku yang di dalam diam semasa hidupku

Hanya terbiasa menuliskan aksara mati ludah bangkai

Aku tahu , jalan kematianku nanti begitu sakitnya

Lebih sakit dari denyut di leherku yang terkadang muncul tibatiba

Maka lepaslah aku dengan senyuman

Relakan aku dengan tawa manja

Aku tak ingin…

Ada tangis tangisan di waktu ku mati

Biarlah aku yang menangismu dari dunia kematianku

Dan percayalah duhai semua

Kematianku hanyalah menyempurnakan suatu proses kehidupan

Untuk kita berjumpa kembali

 

SigondrongDalamDiam

28 Januari 2020

 

(904) Komentar

  1. Superb, what a website it is! This webpage presents useful data to us, keep it up.

  2. You cannot expect to have success by running a blog that is very similar to other blogs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *