Puisi

Bercermin

Malam kian larut
Daun-daun menjadi cermin
Pada diamnya bulan dan bintang
Nun jauh di sana,di atas langit-langit empunya

Dingin terus berkobar
Sayapsayap ingin,menggeliat sadar
Pada batas waktu yang berjalan tak setimbang
Selimut kabut membawa sejemput kenangan

“Rupa tak sempurna “terucap lirih
Dari balik kancing baju yang terbuka dua kasta
Pengakuan itu jarang telanjang menyentuh

Mungkin indera lagi sakit
Kedinginan yang penuh dari jendela yang tertutup

Dan
Dalam diam terlalu fardu menyaksikan
Wajah sendiri pada cermin di atas daun

Akh,
Mentari kan datang
Menghanguskan segalanya
Seperti waktu sebelum aku

Sigondrong Dalam Diam
16 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *