ATURAN TERTULIS SISTEMATIK WARTA PEWARTA

Warta…

Teliti

Saksama

Cermat

Tepat benar

Berimbang

Dan tidak mempunyai kemauan maksud yang buruk memburukkan

Terolah oleh tangan-tangan yang tidak berpihak

Tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak

Keberpihakan.

Ditempuh dengan cara-cara yang memerlukan kepandaian khusus menjalankannya

Mengutamakan tugas dari kemauan semata diri

 

Warta…

Teruji itu.

Diuji pemberitahuan validitas

Mewartakan ,

Tidaklah memberatkan sebelas sana dan di sebelah sini

Tidak juga mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi

Naluri kuat untuk menyelidiki

Menerapkan sangat di atas asas praduga tak bersalah.

 

Warta bukan berisikan kabar dusta di antara kita dan mereka juga dia

Fitnah…

Sadis…

Cabul.

 

Pewarta…

Tidak menyebutkan menyiarkan keadaan khusus jati diri

Yang terkena imbas kejahatan tiada pantas

Dan  tidaklah menyebutkan jati diri anak yang menjadi pelaku kejahatan ketidakpantasan

 

Warta…

Tidak menyimpang arah tujuan mewarta

Menyalahgunakan warta

Hingga tiadalah suapan dinikmati.

 

Pewarta

Miliki hak tolak melindungi

Yang mengetahui secara jelas

Yang tidak bersedia diketahui jadi diri dan keberadaan harus ditutupi

Hargai menghargai ketentuan

Penyitaan sementara

Larangan lalu lintas kapal-kapal dalam keadaan palagan

Larangan lalu lintas barang antar kedaulatan

Larangan menyiarkan warta

Sampai waktu ditentukan

 

Sumber pasti warta melatari keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan

Diluar rekaman yang tidak dimasukkan untuk disiarkan

Tiada boleh diumumkan

Sesuai dengan kesepakatan.

 

Warta Pewarta

Tidaklah tertuliskan atau tersiarkan

Didasari warangka prasangka

Pembedaan perlakuan terhadap sesama mahluk insan kamil

Berdasarkan warna kulit

Golongan dan kasta

Keyakinan yang dipeluk

Berjenis kelamin ciri-ciri badan ragam dunia banyak bahasa

Guna tidak merendahkan marwah

Siapa yang lemah

Siapa yang papa

Siapa yang sempurna jasat

Siapa yang cacat zahir dan batin

 

Warta dan pewarta

Menaruh hormat kepada yang mengetahui secara jelas

Tentang kehidupannya begitu pribadi

Tidak termasuk dalam golongan, aturan  sebagainya yang umum

Yang selain dari ,  yang lain daripada

Untuk kepentingan umum

 

Pewarta segera mencabut meralat, dan memperbaiki Warta yang keliru

Yang jauh dari teliti Seksama

Cermat

Tepat

Benar

Ketelitian

Disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca

Pendengar, dan atau pemirsa.

 

Pewarta melayani hak sahut menyahuti

Hak pembetulan

Perbaikan pemeriksaan

Secara sesuai sebanding seimbang

 

Sigondrong Dalam Diam

18 Januari 2020

Cantik dan Jelek

Yang jelek selalu bertingkah , itu bisa menjadi kebiasaan

Mengapa tak yang cantik yang bertingkah?

Sebab yang cantik besar kemaluannya

Sedangkan yang jelek telah pun putus urat kemaluannya.

Tak pernah yang cantik mengatakan ia cantik

Sebab yang mengatakannya ia cantik adalah orang lain

Mengapa yang jelek selalu mengatakan ia cantik?

Karna yang jelek tak pernah mendapat pujian dari orang lain . Itulah mengapa tiap yang jelek seakan dijauhi jika pun bisa jangan pernah dicoba.

” Aku paling cantik di antara yang lain ” .

Sesungguhnya aku paling jelek di antara yang ada .

Menjadi cantik bukanlah dengan memuji diri sendiri

Dan karna jelek bukan juga harus bertingkah seolaholah cantik .

Cantik itu dimulai dari rasa pandai menempatkan sesuatu di mulai dari hati dan pikiran , jelek itu pun demikian . Karna Tuhan melebihkan kekurangan itu dan mengurangi kelebihan itu sesuai kemauanNya , hingga tak ada lagi yang dapat kita sembunyikan , kasar dan halus .

 

 

SigondrongDalamDiam

11 Januari 2020

 

 

MAYANYA PANDANGAN

Seketika pandangan mata menjadi gelap

Keseimbangan tubuh hilang

Tiada angin tiada hujan

Brak… bunyi itu menghantarkan tubuh roboh mencium aspal

Sakit yang sangat menghantarkan kembali kesadaran

Lalu berdiri ,

Siku kanan ada beberapa goresan

Siku kiri pembengkakan kecil

Di lutut kanan tergores cantik luka.

Ada apa?

Desis lelaki yang tak pernah mengalami sakit kecuali sakit hati

Di tengah malam yang sunyi

Lelaki itu termangu , menatap  bintang yang jauh oleh ke dua matanya yang mulai memudar

 

SigondrongDalamDiam

10 Januari 2020

Babi , Anjing Cacingan

Mengapa kau kini menjadi babi

Sebab dalam tubuhmu telah hidup

Cacing pita , cacing gelang

Hingga kau pun menjadi cacingan

Taklah heran bagiku

Jika laparmu begitu buasnya

 

Mengapa kau kini menyerupai anjing

Sebabkan cacing pita , cacing gelang , cacing tambang , cacing cambuk  dan cacing jantung

Kini bersarang dalam tubuhmu

Tak heran bagiku kau pun selalu gelisah

Karna dirimu biangnya segala cacing yang cacingan

 

Butuh pencegahan , aku pun menjauh

Bukan takut tertular

Hanyaku ingin hidup sehat

Tak menjadi babi atau pun anjing yang penuh cacing

 

SigondrongDalamDiam

01 Januari 2020

Legenda Penyair Cinta Syair Berdarah

 

 

Suatu waktu di tanah perantauan

Lelaki yang dibuang keluarga besarnya itu

Bekerja sebagai kuli untuk menyambung hidupnya dan keluarga kecil yang dicintainya

Sebagai pembakar abu dari limbah kayu

 

Ia ditemani seekor anjing

Yang dipungutnya dari jalanan

Dibesarkannya penuh didirikan

Sampai anjing itu paham betul bahasa Tuanya

 

Di saat jeda karyawan pabrik

Pas matahari di atas kepala

Di panjangnya antrian orang-orang yang lapar dan haus

Matanya tertuju pada seorang gadis

 

A…polos sekali gadis itu

Bagaikan bulan tanpa bintangbintang

Sinarnya mampu menerangi ke gelapan

Hingga letihnya terhadap keadaan terbawa impian

 

Lalu,dituliskannya puisi indah

Rangkaian tulus untuk mengaguminya

Terus diselipkannya di selembar kartu

Yang biasa dipakai menandai waktu istirahat

 

Entah berapa kali ia melakukan itu

Sampai gadis tersebut menjadi bingung

Siapakah gerangan penyair cinta syair berdarah

Yang memberikannya sajaksajak indah setiap hari

 

Sigondrong Dalam Diam

30 Juli 2019