Petani dan Agraria

Setiap tahunnya di tiap tanggal 24 September selalu diperingat sebagai Hari Tani Nasional. Sesuai dengan Keputusan Presiden melalui Kepres RI No. 169 tahun 1963 dan diambil dari tanggal dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada tahun 1960.
Kemudian hari tersebut menjadi tonggak sejarah bangsa dalam memandang arti pentingnya para petani dan juga hak kepemilikan di atas tanah, sehingga menjadi harapan yang berlanjutan untuk masa depan agraria di Indonesia.
Berbicara petani maka tak akan lepas dari tanah tentunya sebagaimana pendiri bangsa ini berbincang Marhaen tidaklah lepas dari sawahnya, Marhaen tidak cukup berbekal cangkul sedangkan tanah garapan adalah sungai.

Terpandang sangatlah sungguh luhur secara tertulis karna negara memberikan bentuk penghormatan kepada Petani dengan menjadikan tanggal 24 September kepada petani di Indonesia sebagai hari besarnya, Namun faktanya penghormatan itu hanyalah sekedar memperingati di tanah lapang atau pun di sawah-sawah dengan panen raya, karna sampai sekarang petani sepakat tidak terlepas dari penderitaan di dalam pekerjaannya di atas tanahnya yang katanya telah merdeka sejak lepas dari cengkraman kolonial Belanda.

Secara sejarah memanglah cukup panjang Hari Tani ini untuk dapat dinikmati hanya sebagai hari penyemangat para petani jika mengacu pada sejarahnya, mulai darinya Ibu Kota Repubilk masih berkedudukan di Yogyakarta tahun 1948 penyelenggara negara telah membentuk panitia Agraria namun situasi politik yang tidak menentu membuat menjadi hanya sekedar wacana

Sampai ibukota Republik ini kembali ke Jakarta melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 27 Desember 1949 yang menghasilkan persetujuan antara Republik Indonesia dengan Belanda, atas pengakuan kedaulatan politik Negara Indonesia maka kemudian Panitia Agraria Yogya diteruskan kembali di Jakarta pada tahun 1951, dengan nama Panitia Agraria Jakarta. Dalam perkembangannya, berbagai panitia yang telah terbentuk itu pun gagal tanpa membuahkan hasil apa-apa. Hingga Panitia Agraria Jakarta tersebut diteruskan oleh Panitia Soewahjo (1955), Panitia Negara Urusan Agraria (1956), Rancangan Soenarjo (1958) dan Rancangan Sadjarwo (1960).

Jiwa kolonial Belanda yang masih tidak rela melepaskan wilayah Irian Barat, terus mengulur penyelesaian.hingga berdampak pada pemberian tindakan tegas dengan membatalkan perjanjian KMB secara sepihak pada tahun 1956 serta merta diikuti dengan nasionalisasi perkebunan-perkebunan asing, dengan di susulnya Pemerintah RI kemudian mengeluarkan UU No 1 tahun 1958, tentang penghapusan tanah-tanah partikelir (bukan untuk umum; bukan kepunyaan pemerintah; bukan (milik) dinas. swasta)
Untuk menjagakan tanah-tanah tersebut oleh penguasa kolonial disewakan atau dijual kepada orang-orang kaya, dengan disertai hak-hak pertuanan (landheerlijke rechten, Hak pertuanan artinya sang tuan tanah berkuasa atas tanah, beserta orang-orang di dalamnya) Misalnya, hak mengangkat dan memberhentikan kepala desa, menuntut rodi atau uang pengganti rodi, dan mengadakan pungutan-pungutan.

Dengan UU No 1 tahun 1958 itu, hak-hak pertuanan hanya boleh dimiliki oleh negara. Kemudian upaya mengambil alih lahan asing ke tangan rakyat atau petani dilakukan dengan ganti rugi yang sesuai.( Artinya, reforma agraria dikoordinasikan oleh pemerintah dengan cara ganti rugi untuk meminimalisasi adanya konflik memang telah dilakukan dimasa orde lama).

Selama 12 tahun lamanya menunggu melalui prakarsa Menteri Pertanian 1959,
Soenaryo. Barulah penantian panjangan Rancangan Undang-Undang itu digodok Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) yang kala itu dipimpin Zainul Arifin, yang mana Menteri Agraria saat itu, Mr Sardjarwo hingga DPR-GR bersidang pertama kalinya membahas agrari tanggal 12 September 1960, Mr Sardjarwo dalam pidato pengantarnya menyatakan, “…perjuangan perombakan hukum agraria nasional berjalan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari cengkraman, pengaruh, dan sisa-sisa penjajahan, khususnya perjuangan rakyat tani untuk membebaskan diri dari kekangan-kekangan sistem feodal atas tanah dan pemerasan kaum modal asing.”
Yang disusul kemudian, pada pada 24 September 1960, RUU tersebut disetujui DPR sebagai UU No 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, atau dikenal dengan Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA). UU Pokok Agraria menjadi titik awal dari kelahiran hukum pertanahan yang baru mengganti produk hukum agraria kolonial.

UUPA 1960 merupakan payung hukum (Lex Generalis) bagi pengelolaan kekayaan agraria nasional. Kekayaan agraria nasional tersebut mengacu kepada Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang berbunyi “bumi dan air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Undang-undang ini lahir dari semangat perlawanan terhadap kolonialisme, yang telah merampas hak asasi rakyat Indonesia selama ber-abad-abad melalui Agrariche Wet 1870.

Prinsip UUPA adalah menempatkan tanah untuk kesejahteraan rakyat. UUPA mengatur pembatasan penguasaan tanah, kesempatan hak yang sama bagi setiap warga negara untuk memperoleh hak atas tanah, pengakuan hukum adat, serta warga negara asing tak punya hak milik.
UUPA ditetapkan pada tanggal 24 September. Karena itulah kemudian setiap tanggal itu diperingati sebagai Hari Tani Nasional.

Pertanyaannya sudahkah Tani mendapatkan haknya?, yang tak hanya berkutat pada label pupuk murah(subsidi).
Sudahkah petani merasakan harga yang pantas untuk hasil yang telah ia tanam? ,yang bukan hanya sekedar panen.
Sudahkan petani bertani dengan nyaman?, mengingat banyaknya konfilk agraria yang dari rezim ke rezim tak pernah selesai karna selalu dimenangkan oleh yang punya uang dan kekuasaan.
Jawabannya adalah belum.
Karna masih banyaknya petani yang tak boleh menanam dan tak boleh memanen di tanah leluhurnya sendiri karna apa? Karna peninggalan belanda yang menjajah masih kuat bercokol
Lalu dimana pemerintah pusat baik daerah?
Masih tidur dan ditidurkan mungkin itulah jawabannya jika mengacu pada bumi dan air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Selamat Hari Tani Nasional

*SigondrongDalamDiam

Mengenal Lebih Dekat di Belakang Bapak Faisal Amri

“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun.” Itulah ucapan salah satu putra jenius yang dimiliki oleh Indonesia , Bapak BJ Habibi .
Mempunya isteri cantik dan pintar tentulah idaman semua lelaki , namun untuk menjadi seorang Ibu yang baik, cantik dan pintar tidaklah cukup karna harus dapat memahami rumahtangga itu dengan segenap hati dan pikiran.
Beruntunglah sesorang lelaki yang bernama Faisal Amri seorang ASN di Pemkab LabuhanBatu, yang berkeingian mundur dari profesinya sebagai ASN dan berkeinginan maju menjadi wakil bupati mendamping Andi Suhaimi namun keinginannya bukan malah ditentang keras oleh isterinya yakni Sri Damayana tapi malah di dukung penuh segenap jiwa dan raga. Pada hal, Ibu dari 4 orang anak yakni , Anandya annisa. Akayla meikeysah. Aurelza Mireyda dan Atalarida Ananta ini tahu betul betapa susahnya menjadi seorang Aparatur Sipil Negara terlebih di era jaman Pakde Jokowi walau di era sekarang saat ini siapa pun bisa tanpa memandang kasta namun tetap saja persaingan begitu kuat, hanya nasib mujur yang dapat meraihnya. Hal ini sempat beliau alami selepas Dokter umum di UISU yang lanjut mengambil Spesialis karna mendapat bea siswa dari kemenkes sehinggga pun S2 juga di biayai kemenkes, memulai pengabdian di RSUD diawali sebagai tenaga kerja sukarela,
sesuai perjanjian di awal sekolah dulu, ternyata di persulit sana sini, hampir tidak diterima kembali ke Rantau Prapat, namun pihak Pemkab di surati kemenkes barulah beliau bisa balik karna belum PNS menjadi alasan penolakan Pemkab waktu itu masuk daftar K2 saja pun tetap di persulit, untunglah datang surat dari Kementerian Dalam Negeri, memerintahkan agar nama Sri Damayana diangkat barulah diproses masuk pengangkatan K2. Harusnya memang sudah sejak lama beliau di angkat jadi PNS namun karna imbas politik maka jadilah terkatung-katung. Hal inilah yang pernah beliau alami sendiri. Betapa sakitnya untuk menjadi PNS kala itu.
Perempuan yang kini menyandang gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) ini lahir di Rantau Prapat tepatnya di jalan Beringin depan rumah dinas bupati, hingga daerah stasiun kerata api tidaklah asing baginya karna dari anak-anak hingga remaja ia habiskan di arena tersebut, Taman Kanak-Kanak di Panglima Polem jalan KH Ahmad Dahlan, Sekolah Dasar di SD Impres 114386 Kodim. Smp di SMP Negeri 1 Rantau Prapat Jln Majapahit, SMA di SMA Negeri 1 Rantau Prapat jalan KH Dewantara.
Ayah dan Ibunya yang juga seorang pensiunan Pegawai Penyuluhan Kantor Informasi Penyuluh Pertanian ditambah pengalaman pribadinya harusnya memjadi alasan yang cukup kuat kiranya beliau menolak keinginan suami tercintanya untuk mundur dari ASN namun karna cinta yang begitu tinggi kepada suami bukan takut karna tidak mendapat surga kelak namun mengerti dan paham akan segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Tuhan yang maha esa maka keinginan suaminya untuk mengabdi lebih lagi kepada masyarakat luas harus ia dukung penuh.
Saat ditanya penulis menyangkut profesi kira-kira usulan apa yang akan diberikan kepada suami tercinta jika duduk jadi wakil bupati?
“Lho kok nanya ke saya yang jadi wakil bupatikan suami?”
” kan usulan apa kepada suami pertanyaan Bu dokter”
“Saya akan membisikkan kepada suami untuk usul agar RSUD lebih ditingkatkan lagi pelayanannya, hingga orang-orang yang sakit merasa di rumah sendiri bukan di rumah sakit”

*SigondrongDalamDiam

Di Belakang Bapak Faisal Amri

Sri Damayana , dari namanya jelas lebih condong kepada suku jawa, namun siapa yang menyangka , perempuan yang lahir pada bulan September ini adalah seorang boru Harahap ( boru sebutan suku batak untuk anak perempuan) . Nana biasa ia di panggil, perempuan yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan di Fakultas Kedokteran IUSU kesehariannya kini sebagai dokter spesialis kandungan sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau disingkat ‘obgyn’ inilah yang utamanya berperan dalam membantu memeriksa ibu hamil, membantu persalinan, dan perawatan setelah persalinan. Disamping bekerja tetap di Rumah Sakit Umum Daerah LabuhanBatu beliau juga membuka praktek pribadi dalam pelayanan pengobatan pelayanan kesehatan di luar praktik mandiri di Jalan Imam Bonjol.
Perempuan yang cantik ini merupakan Ibu dari anak-anak Bapak Faisal Amri , sosok dokter perempuan yang dikenal ramah dan murah senyum ini tidaklah hanya seorang dokter yang piawai menangani pasiennya namun telah dikenal dermawan di dalam melakoni profesinya. Entah berapa pasien yang ia tangani (operasi) berhasil sukses dengan ucapan hanya terima kasih alias ia bebaskan pembiayaannya, itu beliau terapkan pada pasien yang tingkat ekonominya tidak mampu tentunya. “Hitung-hitung amal buat masa depan di akhirat” kata beliau kepada penulis.
Hal yang paling tiada ia sangka adalah ketika pasien yang telah ia tangani secara gratis itu dipertemukan kembali oleh Tuhan yang maha kuasa, seperti baru-baru ini saat beliau berkunjung ke Kecamatan Panai Tengah, yang ia sendiri telah lupa pernah membantu orang harus memutar kembali ingatannya saat seorang ibu dengan mata yang berkaca-kaca datang kepadanya langsung memeluknya dan berucap, “Terima kasih Bu dokter atas bantuan Ibu dokter terhadap saya saat melahirkan dahulu dengan tanpa biaya, semoga Allah membalas kebaikan Ibu dokter”.
Itu hanya sepenggal dari banyak kisah perbuatan baik yang dilakukan oleh sosok dokter Nana dalam profesinya. Mungkin karna perbuatan baik inilah keluarga dokter Nana dapat melalui badai tatkala suami tercintanya dahulu mendapat musibah tidak main-main musibah itu, karna jika benar fitnah itu maka jeruji besi telah siap menanti, namun perbuatan baik yang selama ini keluarga mereka lakukan ternyata dapat menangkal fitnah tersebut hingga putusan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan suaminya maka lepaslah dari segala tuntunan hukum yang di tuduhkan pemohon terhadap termohon.
Kini, dalam dorongan yang sangat kuat untuk membawa sebuah perubahan menuju kemajuan untuk LabuhanBatu , suami dari dokter Nana , Bapak Faisal Amri rela meninggalkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dimana orang-orang banyak berkeinginan untuk menjadi ASN sampai-sampai ikut kelas tryout, tapi suami dokter Nana malah ingin mengundurkan diri ikut kompetisi Pilkada LabuhanBatu 2020 ini. dokter Nana hanya bisa dan mampu mendukung suami tercintanya walau dampak yang akan ia tanggung kelak sangat fatal, karna tidak ada gaji bulan tidak ada dana pansiu jika suaminya kalah. Namun sebagai isteri yang baik yang mencintai suaminya apa adanya, beliau selalu akan memberikan doa dan dukungan , tanpa harus memikirkan kalah atau menang. Karna kompitisi yang sebenarnya baginya adalah sebagai isteri wajib mendukung suami. Bagi dokter Nana karna suaminya adalah surganya maka ia percaya tiap niat yang baik pasti akan di bantu oleh Tuhan yang maha esa.
Maka ia yakin bahwa majunya suami tercintanya dalam kompetisi Pilkada sebagai calon wakil Bupati Labuhanbatu 2020 ini bukan karna suaminya ingin sebuah jabatan kekuasaan namun semata-mata ingin lebih dapat melakukan perbuat baik kepada lebih banyak orang lagi.
Sebagai catatan pembaca penulis mengenal dokter Sri Damayana karna pernah satu sekolah di sekolah menengah pertama(SMP) yakni SMP Negeri 1 Rantau Prapat , dan satu sekolah di SMA Negeri 1 Rantau Prapat. Walau saya sebagai penulis sewaktu sekolah jarang berinteraksi dengan beliau namun saya penulis bersaksi bahwa beliau dokter Nana adalah sosok perempuan yang cantik, tidak sombong , gemar membatu orang walau agak sedikit pendiam orangnya.
Sejak SMP penulis ingat benar kalau memang cita-cita Sri Damayana ini ingin jadi dokter karna diingatan penulis ada dua sahabat sekolah penulis di bangku SMP yang ditanyai Guru almarhum Bapak Purwandi yang ingin jadi dokter yakni Sri Damayana dan Tetty Nila Krisna , alhamdulillah mereka kini jadi dokter. dokter cantik yang baik hati.

*SigondrongDalamDiam

Praktek Baik Pencegahan Korupsi

Dari 10 kabupaten/kota, LabuhanBatu termaksud kabupaten yang mendapat sorotan tersendiri oleh pemerintahan pusat, dalam hal ini langsung oleh kementerian sosial pasalnya berdasarkan Data Terpaduan Kementerian Sosial (DTKS Kemensos) LabuhanBatu ternyata secara aktif selalu melakukan pemutahkiran data, tercatat dari jumlah ruta(rumah tangga) lebih 32ribu dan jumlah jiwa lebih dari 130ribu pemutahkiran DTKS melakukan pengusulan baru 72% perbaikan DTKS, termaksud melakukan pengusulan baru serta perbaikan data penerima bantuan sosial pangan 20% dan 40%.Kepadaan DTKSnya dengan NIK di Kabupaten LabuhanBatu mencapai 92%, tingginya pencapaian pemutahkiran data tersebut tidak terlepas dari kerja bupati dengan dinas terkaitnya.
Sebuah pencapaian yang sangat patut di apresiasikan.
Seperti yang kita ketahui jika masalah data pendataan terlebih masalah data mendata prihal bantuan, adat mengaku miskin pun bagai telah putus urat malu sedangkan yang benar-benar miskin pun bagai putus asa mendengar kata bahwa kemiskinan menjadi tanggungjawab negara karna ulah yang tak berbudaya berlomba-lomba mengaku miskin. Celah korupsi dalam bantuan sosial bukanlah tidak sedikit, karna sipatnya bantuan pastilah tempatnya uang.
Namun kecakapan sesorang Bupati LabuhanBatu Andi Suhaimi beserta dinas terkait yakni dinas sosialnya pelan tapi pasti, menyelesaikan semua dengan pemutahkiran data yang valid. Alhasil buah dari kerja keras tersebut pun mendapat apresiasi langsung dari Presiden Jokowidodo yang langsung memberikan penghargaan di gedung putih Komisi anti rasuah saat sebagai Penghargaan Penalis Talkshow Praktek Baik Pencegahan Korupsi pada program Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) Tahun 2020 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2020).

Tentu sebagai masyarakat khususnya LabuhanBatu kiranya penghargaan tersebut tidaklah hanya sekedar penghargaan yang dapat di artikan hanyalah sebuah simbol di mana hanya terlihat baik di luar namun busuk di dalam. Mengingat warna rambut yang sama hitam namun isi kepala dan hati masih perlu di revolusi mental.
Busuknya ikan tidak mungkin dari ekor tetap dari kepala, untuk itulah sangat diharapkan peran yang super aktifnya seorang pemimpin bertanggungjawab penuh terhadap yang dipimpinnya, terlebih jika seorang pemimpin tersebut telah mendapat penghargaan Praktek Baik Pencegahan Korupsi maka semakin besarlah tanggungjawabnya bukan hanya kepada yang dipimpinnya tapi kepada dirinya sendiri dihadapan Tuhan dan Hukum pastinya.

Memang tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan menghendaki di dunianya pastilah semuanya terjadi dengan ijinNya, sebagai manusia yang tidak mungkin hanyalah memakan kepalanya sendiri , akhir kata siapa pun membawa inovasi dan kreatifitas untuk LabuhanBatu ke arah yang lebih maju maka akan tercatat namanya dalam sejarah di bumi ika bina enpa bolo.

*SigondrongDalamDiam

Tugu Juang45 Lobusona Dalam Film Pendek

Ada sesuatu yang berbeda di hari memperingati kemerdekaan Indonesia 2020 ini di Kabupaten LabuhanBatu, walau di tengah pandemi covid19 namun semangat untuk menghargai dan meneruskan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan harta dan nyawa oleh para pejuang terdahulu kini apa yang diperbuat oleh generasi penerusnya patut di acungkan jempol karna suatu kreatifitas tanpa batas telah dilahirkan oleh Rumah Kompetensi Indonesia bersama Rumah Peduli Labuhanbatu dan ikabina.com baru-baru ini telah mengadakan
Festival Film Pendek dengan latar histori Tugu Juang 45 Lobusona jadilah kemeriahkan HUT ke-75 di Kabupaten LabuhanBatu menjadi berbeda dari sebelum-sebelumnya dengan mengangkat tema “Semangat Nasionalis Milenial LabuhanBatu.”

Dimana para kreator yang menjadi peserta diwajibkan shooting di tugu juang 45 Lobusona. Kemudian di film berdurasi 5 menit tersebut para peserta juga diwajibkan menyampaikan pesan moral protokol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Namun bagi penulis sebenarnya dalam Festival ini adalah menjadi ajang promosi bumi ika bina enpa bolo dengan segala keberagamannya, mengingat umur kemerdekaan dengan umur LabuhanBatu hampir sama namun kemerdekaan belum tentu sama hingga diharapkanlah dengan bahasa seni sebagai bahasa pemersatu untuk meneruskan kemerdekaan dan mempergunakan kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.
Dan saya penulis selaku anggota Dewan Kesenian LabuhanBatu sangat mengapresiasikan kreatifitas seperti ini hadir di LabuhanBatu, jadi tidaklah terfokus kepada Dewan Keseniannya sebagai wadah lembaga seni yang harus mengadakan tapi menjadi tugas kita bersama memajukan seni itu sendiri sesuai seni kita masing-masing. Karna jika kita berharap kepada lembaganya mana tahu yang mati suri pula lembaga seninya, jika bukan orang seni yang memulai seni itu sendiri mana mungkin kita tunggu orang luar membawa seni, itu artinya kita menjadi pengagum budaya pengikut.
Penulis juga sependapat dengan apa yang dikatakan salah satu tokoh penting di dunia pendidikan LabuhanBatu yang juga seorang pemikir ulung dengan bukti untuk masyarakat kepulauan Riau yakni Bapak Ade Parlaungan Nasution selaku Rektor Universitas LabuhanBatu, bahwa katanya “Festival ini telah memberikan ruang berkreasi dan berekspresi bagi generasi milenial, dimana para kreator dapat meluapkan ide dan gagasannya untuk mengenang jasa para pahlawan. Dengan begitu, kreator-kreator muda berbakat bermunculan,”

Jadi wajarlah karna ide itu bagai bom waktu bagi orang seni maka tak heran jika sambutan dari peserta cukup tinggi. Ya karna jarang-jarang juga mungkin alasan kuatnya, Dimana para kreator yang mengikuti Festival Film Pendek Tugu Juang 45 Lobusona tidak hanya dari Labuhanbatu saja, melainkan datang dari Rokan Hilir, Riau, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.
Pesertanya pun dari latar belakang yang berbeda ada dari sejumlah sekolah dan komunitas, termasuk para kreator.

Dan ternyata pendaftaran gratis, dengan Total hadiah jutaan rupiah plus souvenir dan sertifikat pemenang. Cukup menggiurkan ide para Filmmaker atau Sineas karna Panitia akan memilih 5 (lima) nominasi film terbaik yang dikirim oleh peserta dan akan diputar pada malam penganugerahan di ZnS Cafe dan Resto, Jalan Cut Nyak Dien, Rantau Perapat, 30 Agustus malam.
Akhir kata semoga sukses buat Sineas yang berkompetisi.
Salam santu dan salam melangit Mimpi

*SigondrongDalamDiam

Antara Taman dan Lampu Jalan

Sepintas biasa saja tatkala siang hari tepat , jika melintasi Jalan Binaraga tepatnya di Taman Bermain Anak Rantau Prapat LabuhanBatu , taman yang di bangun semasa kepemimpinan dr Tigor ini sempat menjadi kebanggaan masyarakat khususnya warga Rantau Prapat kecamatan Rantau Utara . Taman yang tidak jauh dari stadion lapangan sepak bola dan kantor Camat Rantau Utara , kantor Lurah Cendana dan Sringoringo ini , tiap pagi masih menjadi pilihan warga sekitar untuk berolah raga , namun sayang area taman kini kondisinya sangat memprihatinkan di samping banyaknya fasilitas yang telah rusak termakan usia atau pun tangan yang tidak bertanggungjawab , di area taman juga adanya penumpukan sampah hasil dari petugas kebersihan sekitaran taman . Belum lagi jika kita melintas pada waktu malam , di area taman minim sekali penerangan di lokasi taman , di tambah lampu penerangan jalan yang ikut mati tepatnya di samping Kantor Camat Rantau Utara , menambah aroma kewingitan jalan Binaraga dan Area Taman Bermain Anak Binaraga menjadi seram tapi tidak untuk pelaku kejahatan karna suasana yang gelap menjadi jalur paling aman bagi penjabret melaju atau sembunyi tanpa ketakutan .
Sampah yang masih bertahan di area taman mengajarkan warga untuk membuang sampah berkelanjutan di tempat itu secara tidak langsung , karna tidak cepat tanggapnya mengatasinya dinas yang bersangkutan . Di tengah program Jumat Bersih Gotong Royongnya Camat Rantau Utara yakni Turing Ritongan ternyata terlewat sampah di depan matanya .
Mungkin taman Bermain Anak Binaraga itu bukan wilayah Camat? ,hingga wajar jika terlewatkan sampahnya menjadi tumpukan .
Demikian juga untuk penerangan baik itu penerangan di area taman dan penerangan lampu jalannya yang kini dalam keadaaan almarhum membuat tingkat kepercayaan menurun kepada pemimpinnya dalam hal ini Bupati karna hal sepele pun tak dapat di selesaikan oleh dinas yang menangani keelokan taman berikut penerangan jalan .
Mau di bawa kemana LabuhanBatu ini jika hal-hal sepele yang harusnya dinikmati masyarakat umum namun diabaikan oleh orang atau jabatan yang seharusnya mengurusi masalah yang diamanahkan kepadanya melalui jabatan. Tidak adakah pejabat yang peka di LabuhanBatu ini , yang berbuat langsung tanpa menunggu perintah , tapi langsung berbuat karna naluri.
Semoga nasib Taman Asri Tugu Adipura tidak sama dengan Taman Bermain Anak Binaraga berikut penerangan lampu dan lampu jalan-jalannya karna tidak dekat dengan kantor Camat , kantor Lurah yang mana hanya kantornya dekat tapi kepeduliannya jauh , karna jika nanti nasibnya sama maka sia-sialah uang rakyat itu .

*SigondrongDalamDiam

Turing Jumat Bersih

Pentingnya lingkungan bersih dan sehat membuat H. Turing ritonga ST MM selaku Camat Ramtau Utara membuat satu terobosan di daerah kecamatan yang ia pimpin , dengan merujuk hari Jumat sebagai hari baik maka terjadilah program bersih-bersih di Kecamatan yang ia pimpin . Di samping hari jumat juga ia jadikan hari berbagi kepada kaum dhufa yang juga telah terlaksana selama ini. Maka Jumat 3Juni2020 kisaran jam 10 pagi tadi eksekusi pun berlangsung dengan gotong royong di Lingkungan Aek Paing.
Saat ditanya apa yang membuatnya mengadakan Jumat Bersih , ia menjawab ” Kebersihan sememangnya adalah kembali kepada masing-masing pribadi namun saya selaku Camat punya kewajiban menciptakan lingkungan bersih di daerah yang saya pimpin , kalau lingkungan bersih mata pun enak memandang ,dengan lingkungan bersih kesehatan akan lebih terjamin ” tuturnya melalu pesan Whatsapp .
Perlunya kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarang menjadi kunci kebersihan lingkungan sekitar mari sama-sama kita menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan , tambahnya.

Dalam Jumat Bersih tersebut juga hadir Lurah Kelurahan Aek Paing Farida Hanum spd mm Prajurit TNI Kompi 126 /KC , Babinkamtipmas, babinsa, senkom, polmas, dan Remaja Mesjid Kelurahan Aek Paing di Lingkungan Aek Paing saling bahu membahu bergotong royong , sungguh semangat kebersamaan yang begitu elok dipandang di tengah New Normal Pandemi Civid19 .

*SigondrongDalamDiam

New Normal Camat Ratu Dan Kompi Senapan C Yonif126/KC

Camat Rantau Utara H. Turing Ritonga, ST. MM memamg Sosok Camat yang tak mau diam diri duduk manis di kantor berACnya lebih memilih kelapangan , sosok yang dikenal ramah kepada siapa saja dan juga dermawan ini selalu mengedepankan kerja adalah komunikasi yang baik untuk sebuah jabatannya yang ia anggap adalah amanah . Ini dibuktikannya bersama Prajurit Kompi senapan C Yonif 126/KC di bawah Komando Lettu Inf. Tommy Marselino Joostensz (sedang mengikuti pendidikan)
sekitar 20 orang personil yang di pimpin langsung Danton 2 Letda Inf. Andry Ramadhan , jumat26Juni2020 mengadakan kegiatan gotong royong di lingkungan Pardomuan Nauli (gg Sado) kelurahan Padang Matinggi .
Adapun sasaran kegiatan gotong tersebut lebih difokuskan pada lokasi titik-titik pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan warga masyarakat yang tidak mempunyai kesadaran yang baik dan kepedulian kepada lingkungan , sehingga berdampak tidak hanya pada penumpukan sampah tapi juga menciptakan bau tidak sedap , hal ini jika tidak segera cepat ditanggulangi di khawatirkan akan menumbuhkan bibit- bibit penyakit ditengah covid19 yang melanda .
Banyaknya sampah yang dibuang masyarakat sembarangan membuat alat berat dan mobil pengangkut sampah pun diturunkan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten LabuhanBatu , Camat Rantau Utara menjelaskan bahwa ” beliau selaku pimpinan Kecamatan Rantau Utara perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin oleh Bupati H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT, menyampaikan dan mengucapkan terima kasih serta sangat mengapresiasi atas peran dan keterlibatan para prajurit- prajurit TNI Kompi senapan C Yonif 126/KC, dalam melaksanakan gotong royong sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan indah di masa new normal Covid-19 ini, khususnya di wilayah kerja kecamatan Rantau Utara yang saya pimpin.”
Camat Rantau Utara juga mengeluarian himbauan kepada masyarakat sekitar agar ikut menjaga kebersihan lingkungan dan turut memantau serta melaporkan apabila ada warga yang masih membuang sampah sembarang di lokasi yang sudah dibersihkan tadi .
Untuk mengantisipasi lahan yang baru dibersihkan tersebut pun ditawarkan mengelola menjadi lahan produktif kepada warga untuk ditanamani sayur-sayuran , Dua orang warga telah bersedia tinggal menunggu pembuktian kerja dari jerih payah gotong royong tersebut .

*SigondrongDalamDiam

Janganlah Jadi Virus di Tengah Virus Corona

Bermula dari kota Wuhan di Tiongkok, virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) menyebar ke berbagai negara di dunia dan menyebabkan timbulnya penyakit COVID-19 di mana-mana , karna itulah jadi sepakatlah penghuni dunia jika virus ini di sebut Pandemi , Apa itu Pandemi ? Pandemi adalah sebuah epidemi yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua, dan umumnya menjangkiti banyak orang. epidemi merupakan istilah yang digunakan untuk peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi di area tertentu.
Sungguh malapetaka yang tak terelakkan di tiap negara yang ada di dunia , tiada terkecuali Indonesia .
Berbagai siasat pun di lakukan untuk memutus mata rantai virus corona , mulai dari imbau cuci tangan , jaga jarak , selalu memakai makser sampai pemberlakuan sosial skala besar untuk tiap daerah yang di anggap epideminya meningkat tajam .
Dampak yang ditimbulkan oleh virus corona sungguh dasyatnya , tak hanya ketakutan akan kematian yang mengintai tapi juga ekonomi .
Pemerintah pun pasang aksi , Presiden Joko Widodo melakui kementerian sosial memberikan bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan bagi masyarakat tidak mampu , dengan kriteria keluarga tersebut belum menerima bansos lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nontunai, ataupun Kartu Pra-Kerja.
Ada juga BST APBD (Kabupaten) , BST Dana Desa yang langsung Pemerintahan di tingkat Desa yang memberikan , di samping bantuan sembako APBN dan APBD .
intinya bantuan yang di berikan Pemerintah dari pusat , provinsi , kabupaten hingga ke tingkat Desa berupaya sebagai penekan dampak Covid19 terhadap masyarakat khususnya masyarakat yang tiada mampu . Karna tidak dapat dipungkiri wabah ini tidak hanya menitipkan ketakutan akan kematian mendadak tapi kelumpuhan perekonomian sepihak masyarakatnya .
Lalu apakah sudah sesuai harapan upaya pemerintah dalam memberikan bantuan tersebut , apakah bantuan tersebut jatuh kepada masyarakat yang tepat .
Miris , ketika tertulis di salah satu media online ( ikabina.com ) di mana perangkat desa yakni ketua Badan Permusyawarahan Desa dan ke 2 anggotanya menerima bantuan BST pusat yang terjadi di Kabupaten LabuhanBatu tepatnya di Kecamatan Panai Hilir Desa Sei Pengantungan .
Perangkat desa yang harusnya memberikan pengabdian pelayanan untuk warganya malah berubah 180derajat di tengah virus covid19 malah menjadi virus corona.
Perangkat desa yang telah mendapat gaji karna mengemban kepercayaan aspirasi warganya kini lebih mementingkan keadaan perutnya dengan menutup mata lalu berkata pantas mendapat BST karna bagian tergena dampak , semakin bersemangatnya ketua BPD tersebut berikut 2 anggotanya tatkala seorang yang bercengkol untuk satu kecamatan berkata ” bahwa BST ketua BPD dan ke2 anggotanya bukanlah petaka melainkan keberuntungan “.
Jauh beda di kampung Pandan B Desa Sennah Kecamatan Pangkatan ( masih di Kabupaten Labuhanbatu) seorang Kadus ( kepala dusun) sebagai peserta penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Dana Desa (DD) dengan nama penerima Istri Kadus telah pun dialihkan kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 , sungguh perbuatan yang sadar akan hak dan kewajiban .
Bantuan dampak covid19 rupanya dapat menjadi virus dalam virus .
Dua kisah tadi hanyalah epilog fantasy virus karna masih ada virus yang sesungguhnya yakni virus serakah .
Mengingat bantuan virus itu terdata dicantumkan atasnama sesuai nomer kartu tanda penduduk bukan sesuai nama yang sesuai kartu tanda penduduk wajtu keadaan di data , maka jangankan ketua , kadus , isteri berikut saudara siapa yang tahu , karna sesuai sumber dari mulut ke mulut , karna sayangnya seorang kepala lingkungan/ kadus kepada isteri maka terdatalah atasnama isteri . Ini masih di Kabupaten LabuhanBatu , bagaimana di Kabupaten Lainnya . Apakah Budaya Malu itu masih ada? di tengah virus covid19 haruskah menjadi virus corona .

*SigondrongDalamDiam
16Juni2020

Pancasila Abadi

Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang mengadakan sidang untuk pertama  di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila yang pada Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad atau Perwakilan Rakyat.
Rapat diadakan dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan dilanjutkan keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema Dasar Negara .
Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada 1 Juni 1945, Sukarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakan ” Pancasila “. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI. Yang Selanjutnya BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar (UUD) dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Lalu dibentuklah Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945 dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Dari pidato 1Juni Bung Karno lah cikal bakal lahirnya Hari Pancasila dan Pancasila kini telah menjadi dasar ideologi negara Indonesia.
Pancasila terdiri dari dua kata dari Sanskerta: Panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima Sila Pancasila itu adalah :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia , Pancasila merupakan napas dari pemuda-pemudi bangsa Indonesia yang dibalut apik dalam Beraneka Satu Itu yakni Bhineka Tunggal Ika , berbeda-beda tapi bersatu jua.
Kini tepat 1Juni2020 sebagai bangsa yang besar , bangsa yang mengingat sejarah perjuangannya dari penjajahan , Pancasila lahir bukan lagi dari penyambung lidah rakyat sang orator Bung Karno namun Pancasila lahir dari tekat kuat rakyat Indonesia untuk tetap dan terus menjaganya sebagai idiologi negara maka menjadi beban beratlah bagi kita semua sebab sejarah panjang bangsa ini telah pun tertulis untuk menggantikan Pancasila sebagai idiologi negara.
Peristiwa penghianatan partai komunis adalah contoh yang nyata.
Mari kita terus menjaga dan mengamalkan Pancasila sebagai bukti bahwa kita generasi yang tidak lupa akan sejarah , dengan semangat lahirnya Pancasila marilah kita jaga cita-cita mulia pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Merdeka .

*SigondrongDalamDiam