Fiksimini

Fiksi Calon Kurun Waktu

Jadi begini, seseorang yang punya bengkel tambal ban,bercitacita membangun tempel ban yang lebih canggih dan nyaman dalam praktek dan melayani, sungguh mulia bukan, namun sayangnya citacita membangun tempat tambal tersebut bukanlah miliknya tapi milik halayak ramai,apakah jika terwujud sekali pun maka tambal ban milikmya sudi ia tutup sedangkan tambal miliknya adalah pundipundi dolar dari asuransi gratis atau mamdiri masyarakat yang mengerti akan kesehatan ban luar dan ban dalam. Jadi omomg kosong jika ada citacita yang demikian sebabkan sangat bertolak belakang terhadap bengkel tambal bannya,
Tambal ban yang ada saja seharusnya cuman 2 roda berijin namun bisa 3 roda,limbah baut,oil kotor dan sebagainya pun tak tentu arah pembuangannya parit karna tersumpat bukan di depan tapi ditengahtengah disebabkan jarang ada pengorekan dan taklah banyak yang peduli mau mengoreknya.
Hubungan antar jiran tetangga pun pemilik tambal ban menerapkan model orang jakarta siapa loe siapa gue mengalahkan cina medan kata cina jawa saat tragedi mei,alhasil yang sering dipandang ke dua orangtua yang bertandang bila ada hajatan.

Eotteohge baca oktoke aja biar gak ribet karna ini itu bahasa korea yang artinya bagaimana bisa, ya bisalah karna pepatahnya Alah bisa karena biasa, besi habis karna diasah. Bukan menjadi hal yang rahasia jika purapura baik karna ada maunya,mungkin kekayaan mau dibawa mati hingga kaku melakukan kebajikan jika pun ada sebatas pencitraan agar bekobeko lancar membuat parit.
Ah.. nanti tak kenal maka tak sayang, bagaimana mau di ajak kenalan jika pintu rumah terbukanya hanya pas acara sunatan masal,hari biasa rapat terkunci sampai dikira rumah hantu seperti salah satu hiburan di pasar malam.

Era sekarang manusia memanglah demikian jitu dalam bermain peran yang terpenting niat hajat tercapai, keluar sekarang menangguk udang dibalik batu belakangan, itulah yang disebut menangmenang dalam gambar yang besar kurang besar jika pun kecil dihitung penghematan pada hal aslinya kedekut orang melayu bilang.
Keinginan besar perbuatan baik dikurangkurangi berharap ditiap putaran bisa mengkalikalikan jika tercapai mulailah penambahan,bagian yang mesti tinggal mengurangi.kalau soal pembagian disesuaikan porsi itu pun kalau ada lagi sebab yang dikeluarkan wajib dikembalikan.
Lain lagi yang jatuh kini saatnya katakan bangkit, lalu dengan semangat 45 mengajak serta merta rebut kembali bung, pada hal indeks rata saham di bursa efek anjlok dikarenakan pernah dalam kurun waktu yang pernah terjalani cuman dibagian akhir membuat taman dengan prasasti yang antaberantah arti di persimpangan enam.

Begitulah…dikirakirakannya ratarata, pada hal sipat ketagihan jika pernah menjadi motivator dari satu mimbar ke mimbar lain pastilah rindu akan pidato tak peduli tutup kaca jendala mengeten pun susah.

Belum lagi yang kurun waktu pernah mendampingi kalau orang biasanya kalah judi pasti melarat tinggal baju kolor di pakai tapi ini yang pernah ikut judi pacuan kuda hongkong dengan nomer pacuan empat lalu kalah tapi berhasil tambah kaya ini sungguh luar biasa jurus terdholimi dalam linggaran masa yang pernah terjalaninya,kini siapkan diri maju lagi.

Jika sudah demikian jadi wajarlah jika yang 8 bulan menikmati punya niat untuk dipilih walau kerjaan tak menentu di sanasini yang penting niatnya ingin samasama memperbaiki

Adalagi yang pernah jadi martil ditiap meja permusyawaratan sudah tak pernah menghasilkan mufakat yang hanya menguntungkan kualinya saja tak pernah melahirkan mufakat menguntungkan jelantah kini siap pasang tungku arah baru masak katanya namun mengarah yang lama juga memasaknya ujung-ujungnya gosong tetap jelantah jadi korban.

Sepertinya hanya mimpi tapi sakit jika dalam cubitan tiap kurun waktu hanya pasrah menonton entah kapan di sana dikerjakan di sini diperbaiki.

* sigondrongdalamdiam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *