Serba Serbi

Mengenal Lebih Dekat di Belakang Bapak Faisal Amri

“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun.” Itulah ucapan salah satu putra jenius yang dimiliki oleh Indonesia , Bapak BJ Habibi .
Mempunya isteri cantik dan pintar tentulah idaman semua lelaki , namun untuk menjadi seorang Ibu yang baik, cantik dan pintar tidaklah cukup karna harus dapat memahami rumahtangga itu dengan segenap hati dan pikiran.
Beruntunglah sesorang lelaki yang bernama Faisal Amri seorang ASN di Pemkab LabuhanBatu, yang berkeingian mundur dari profesinya sebagai ASN dan berkeinginan maju menjadi wakil bupati mendamping Andi Suhaimi namun keinginannya bukan malah ditentang keras oleh isterinya yakni Sri Damayana tapi malah di dukung penuh segenap jiwa dan raga. Pada hal, Ibu dari 4 orang anak yakni , Anandya annisa. Akayla meikeysah. Aurelza Mireyda dan Atalarida Ananta ini tahu betul betapa susahnya menjadi seorang Aparatur Sipil Negara terlebih di era jaman Pakde Jokowi walau di era sekarang saat ini siapa pun bisa tanpa memandang kasta namun tetap saja persaingan begitu kuat, hanya nasib mujur yang dapat meraihnya. Hal ini sempat beliau alami selepas Dokter umum di UISU yang lanjut mengambil Spesialis karna mendapat bea siswa dari kemenkes sehinggga pun S2 juga di biayai kemenkes, memulai pengabdian di RSUD diawali sebagai tenaga kerja sukarela,
sesuai perjanjian di awal sekolah dulu, ternyata di persulit sana sini, hampir tidak diterima kembali ke Rantau Prapat, namun pihak Pemkab di surati kemenkes barulah beliau bisa balik karna belum PNS menjadi alasan penolakan Pemkab waktu itu masuk daftar K2 saja pun tetap di persulit, untunglah datang surat dari Kementerian Dalam Negeri, memerintahkan agar nama Sri Damayana diangkat barulah diproses masuk pengangkatan K2. Harusnya memang sudah sejak lama beliau di angkat jadi PNS namun karna imbas politik maka jadilah terkatung-katung. Hal inilah yang pernah beliau alami sendiri. Betapa sakitnya untuk menjadi PNS kala itu.
Perempuan yang kini menyandang gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) ini lahir di Rantau Prapat tepatnya di jalan Beringin depan rumah dinas bupati, hingga daerah stasiun kerata api tidaklah asing baginya karna dari anak-anak hingga remaja ia habiskan di arena tersebut, Taman Kanak-Kanak di Panglima Polem jalan KH Ahmad Dahlan, Sekolah Dasar di SD Impres 114386 Kodim. Smp di SMP Negeri 1 Rantau Prapat Jln Majapahit, SMA di SMA Negeri 1 Rantau Prapat jalan KH Dewantara.
Ayah dan Ibunya yang juga seorang pensiunan Pegawai Penyuluhan Kantor Informasi Penyuluh Pertanian ditambah pengalaman pribadinya harusnya memjadi alasan yang cukup kuat kiranya beliau menolak keinginan suami tercintanya untuk mundur dari ASN namun karna cinta yang begitu tinggi kepada suami bukan takut karna tidak mendapat surga kelak namun mengerti dan paham akan segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Tuhan yang maha esa maka keinginan suaminya untuk mengabdi lebih lagi kepada masyarakat luas harus ia dukung penuh.
Saat ditanya penulis menyangkut profesi kira-kira usulan apa yang akan diberikan kepada suami tercinta jika duduk jadi wakil bupati?
“Lho kok nanya ke saya yang jadi wakil bupatikan suami?”
” kan usulan apa kepada suami pertanyaan Bu dokter”
“Saya akan membisikkan kepada suami untuk usul agar RSUD lebih ditingkatkan lagi pelayanannya, hingga orang-orang yang sakit merasa di rumah sendiri bukan di rumah sakit”

*SigondrongDalamDiam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *