Tak Berkategori

Pendemo

Senja yang datang dalam gagahnya
Menghantarkan mentari untuk tertidur
Hingga bulan menggantikan posisi
Tatkala itu dalam baris perjuangan
Setelah lelah dalam pekik
Kami bersama menanti dengan kecemasan
Akankan langit menjadi atap kami
Dan lembaran karbet plastik biru menjadi tilam kami
Setelah dari markas besar pengayom yang melindungi
Kami bergerak menuju tajaan tempat pemilik kekuasaan
Masih dalam maklumat rentetan sengketa
Dari Nanda dan tajaan yang di rampas
Lelah bercampur kantuk di wajah-wajah jelantah
Kuatnya keyakinan membuat kami tetap dalam satu faham dan bertahan
Karna tak ada jalan ceritanya dalam perjuangan
Harus kalah melainkan mundur untuk menang
Tak sampai memasuki pada pukul 9 malam
Perwakilan di utus menghadap pemegang kekuasaan
Walau sempat pada awalnya hendak melayangkan pukulan pemaksaan mundur
Dengan alasan mengganggu kepatutan hari esok
Dasar… kekuasaan yang mengada-ada
Tidak kah kau tahu yang mengunjuk rasa telah siap semua.
Sambil menunggu putusan dari utusan
Rebahan dan wicara menjadi pilihan
Menjadi lengkap ditambahkan swaphoto
Sebagai pengingat kita pernah di jalan yang sama
Jalan peminta keadilan di dalam gang sempitnya memperjuangkan keadilan
Di antara tajaan yang di rampas orde baru melalui pengusaha.

SigondrongDalamDiam
4Agustus2020
Labuhanbatu Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *