Tak Berkategori

Perempuan Meniup Seruling

*untuk Marina Novianti



Entah napas yang keberapa
Perempuan itu meniupkan serulingnya
Mengambil nada dari relung hati
Menyanyikan lagu labirin dunia yang penuh liku dusta

Sampai pada napas yang terisak
Perempuan itu terus saja meniupkan seruling
Nadanya masih itu juga
Walau mulai pun kini tidak lagi beraturan bunyinya

Matanya yang terpejam
Jemarinya yang menari
Seolah puja-puji doa
Pada lubang-lubang seruling kusamnya

Ada penghianatan di dalam percintaan
Ada percintaan yang dibuangkan oleh kerinduan
Di dalam tarik napas tiup serulingnya
Perempuan itu menahan airmatanya
Untuk menjadi bagian dari menghamba

Perempuan peniup seruling
Menabrak angin meruntuhkan gendang telinga
Lewat napas isak meniup seruling
Hingga kering airmata
Kedustaan kerap berdawai dunia

SigondrongDalamDiam

30Desember2020


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *