Puisi

Pisah

Dan
Kita menjadi asing
Pada maha kuasanya kata cinta
Kau lipat senyum memalingkan wajah
Sehingga rindu seakan binasa

Kau
Telah membakar segala berkas
Tentang rupa kulit sang waktu
Yang terlalui hujan badai

Tunggu!
Tidakkah kau ingat selarik puisi
Yang kita baca hingga terbata-bata
Aku ada kerna kau ada

Kini
Kita menjadi insan yang asing
Setelah maha kuasanya cinta
Kita diam berpura-pura
Menyisir rambut masing-masing
Sampai pada batas kepala itu tertutup kain
Maafku hatur bersama cinta yang terasing

Sigondrongdalamdiam
19 Januari 2015
Astana airmata melangit mimpi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *