Tak Berkategori

Rumah Sakitku Malang Rumah Malangku Rumah Sakitku.

Rupanya salah satu penyebab buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah LabuhanBatu bukan saja karna yang mempunyai jabatan di perusahaan milik daerah ini tidak cakap dalam pengelollaan manajemen perusahaan ternyata gagal juga menegakkan disiplin kepegawaian hingga berujung jebolnya di salah satu ruangan yakni lantai 4 tersebut sebagai tempat pesta penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.
Hal ini patut dipertanyakan akan kinerja dari seorang pimpinan apakah hanya bertugas meneken angka-angka dari yang dikeluarkan tiap pasiennya ke dalam saku karna mengingat baru terjadi dalam sejarah di mana penggunaan barang haram tersebut baru kali ini digunakan di sebuah rumah sakit milik pemerintah kabupaten milik swasta pun tak pernah terdengar kabar berandanya, apakah karna di rumah sakit adalah menjadi tempat mengurus surat keterangan bebas narkoba maka para pengguna tersebut yang pegawai rumah sakit itu semdiri akan mudah dalam surat keterangan bebas narkaoba walau pun bebas menggunakannya di area rumah sakit.
Jawabnya hanya yang berseragam putih semualah yang tahu.Juru parkir tak tahu menahu.

Mungkin jika ditanya dari ruangan ke ruangan pasien jawabannya pastilah ngeri sekali, mengapa? Sebabkan dari segi pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah LabuhanBatu kini jauh dari kata ramah dan peduli pada pasien alias cuek karna pasien yang sakit bukanlah keliarga tapi jika pasiennya orang berduit
atau berpangkat mau pun punya backing barulah cepat ditanggulangi,pada hal jika mau jujur tak ada satu pun pasien yang rawat inap di rumah sakit dengan gratis, walau pun bpjs gratis sekali pun tetap dibayarkan pemerintah pusat biaya berobat dan inapnya,apalagi bpjs yang mandiri.

Pertanyaannya mengapa bisa demikian yang terjadi kondisi di rumah sakit umum milik pemkab labuhanbatu tersebut?.
Jawabannya mungkin salah letakan amanah rumah sakit tersebut kepada orang yang salah. Karna jika berandai-andai kemanakah untung dari pihak rumah sakit?. Sedangkan anggaran belanjanya juga tak lepas berharap dari pemkab bahkan dapat hibah dari pemprov mau pun pusat.
Jadi ingat kata seorang: Jangan urusi yang terlihat di rumah sakit nanti stress. Ternyata betul stress karna terkejut batin rusngan di rumah sakit dijadikan pegawai tempat menggoreng si putih (sabu-sabu) beramai-ramai.ampun Bang Jago bahasa tiktoknya.

Ikan selalu busuk dari kepala tak pernah dari ekor pepatah bijak itu masih layak untuk direnungkan karna jika dipikir-pikir di bagian ekor hanyalah tulang sedangkan bagian kepala adalah vital dari segala kehidupan. Jadi jika terus dibiarkan berlarut maka keadaan rumah sakit daerah tersebut akan sama persis dengan pasar gelugur semberawutnya maka harus secepatnya berbenah untuk mengejar ketertinggalannya gaya tipenya seperti rumah sakit lainnya yang telah naik kelas bukan hanya sebatas sertifikat tapi nyata dalam berbuat.

Lalu jalan terbaiknya bagaimana untuk memantapkan rumah sakit labuhanbatu ke arah pancen oke bak kata Kidalang Sehingga rumah sakitku malang tidaklah menjadi rumah malangku di rumah sakit.
Saran kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus mengganti seluruh pengurus di perusahaan milik pemkab tersebut karna di nilai telah gagal dalam menjalankan amanah untuk para pasien apalagi menaikan kelas dari brand menjadi brandit.
Disinilah dipertaruhkan marwah dari Bupati dan Wakil Bupati terpilih akankah ada jual beli jabatan untuk jabatan yang mempertaruhkan ahlak hingga tidak ada kata balik modal jika pun diberikan amanah jabatan yang mengurusi masalah nyawa orang lain nan banyak itu.

Belajar dari rumah sakit yang profesional seperti di kota-kota Medan usah sepala keluar dari sumut kita dahulu ya,salah satu saja contohnya membuang kencing alias air seni pasien pun bukan menjadi tugas keluarga yang menjaga tapi menjadi tugas perawat, dokter datang tahunya pasien bersih untuk periksa.
Mengapa tidak bisa jika yang baik dicontoh dan diterapkan bukankah seharusnya contoh yang baik wajin dilakukan

SigondrongDalamDiam

https://www.kompaspos.com/2021/01/hendak-pesta-sabu-2-oknum-pegawai-rsud.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *