Tak Berkategori

Sengketa Pesta Pemilihan Raja Ika (3)



Ini masih kisah lanjutan dari sengketa pemilihan Raja di sebuah Negeri bernama Negeri Ika bergelar Idaman, telah pun beredar klaim mengklaim dari pengklaim pasangan ASRI dan ERA dengan versi masing-masing atas sengketa pemilihan Raja yang masih proses di meja Mahkamah yang belum lagi palu berbunyi tiga kali.


Masing-masing pengklaim berdasarkan keadaan meja mahkamah tentunya disesuaikan dengan jalan pikiran satu arah dari masing-masing kehendak yang di dukung, akibat itu maka lahirlah bimbang kepada rakyat jelantah sebab tak mengerti tuntutan sengketa menjadikan bibir-bibir pecah berkeliaran beriwayat pemilihan suara ulang.

Sengketa pemilihan Raja di Negeri Ika gelar Idaman telah pun berdampak telatnya pembangunan karna mundurnya pelantikan Raja menjadi bertambahlah jalan-jalan dengan lubangnya,semakin parahlah negeri ika nan idaman tanpa Raja.

Apakah Negeri idaman nan Idaman nantinya akan lanjut keASRIannya atau kah Negeri Idaman akan ERAnya ngenaki rakyat yang bagi rakyat jelantah di kuali pantatnya hitam kelam siapa pun yang diputuskan oleh Mahkamah tetap juga Negeri Ika nan Idaman menjadi Negeri Ini Dibangun Itu Diperbaiki sampai kapan pun,mengingat putar Bilah Hulu kembali ke Pangkatan berputar di Bilah Barat tak sempat lari ke Bilah Hilir karna terduduk di  Panai Hulu lalu tertidur pulas di Panai Tengah menjadi hanya bermimpi terus di Panai Hilir tiada terbangunkan sampai ke Rantau Selatan menjadu mati suri di  Rantau Utara sebab telah hilang rasa yang hanya dititipkan segalanya.


Itulah Negeri Ika nan Idaman maka disebutkan jua menjadi Negeri 1001 Bongak(Bohong) yang artinya siapa pun Raja yang akan memimpin tidak punya kesaktian ilmu tingkat dewa yang dalam lima tahun membangun dan mensejahterakan daerah kekuasaannya untuk berjaya namun lebih membangun kedikjayaan diri semdiri serta kejayaan keluarga dan kerabat ilmu kedikjayaannya.Ini sudah terbukti dari Raja-raja sebelumnya jadi pantaslah mendapatkan gelar luar biasa membinasakan kemauan rakyat jelantah di penggorengan api tunggu.
Tunggu nanti atau tunggu jika hingga akhirnya tunggu-tungguan semua.


Ganti Raja ganti Asunya,tergantikan Raja bertambah pengasuh asunya. Hukum alam di lingkaran kuasa, banyak gula banyak semut berkerubun.
Belum diputuskan asu sudah hebat menyalaknya apalagi andaikan diputuskan tuannya jadi Raja, asu semakin nekat menggigit tentunya.


Ini kisah sengketa pemilihan Raja, dengan sengketa ketidak becusan penyelenggara sebagai panitia, bukan kisah sengketa karna selisih hasil karna walau pun berakhir tipis tetap keduanya sang juara hanya beda seratuslimapuluh yang benar-benar sampai beda dengan duaratus tapi sampainya ada yang seratus, ada juga yang sama seratuslimapuluh,jadi dari pada dari kepada lebih baik langsung saja tertanda.


SigondrongDalamDiam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *