Puisi

September

Bagaimana aku lupa tentang september
Sebab september adalah darah tujuh ember
Dengan tarian dan teriakan yel – yel
Darah dicuci dengan lagu genjer-genjer

Merah semua
Putihnya hanya di kain kafan

Tak tuntas
Tertulis dengan aksara yang culas
September berdarah kaum pemalas

Penghargaan di nama jalan
Siapa dalang siapa wayang
Berakhir dibayang-bayang

Laten katanya
Paten latennya

Pasukanpasukan hantu
Ibu pertiwi ditumbuhi bisul bisu

Paten melatenkannya
Laten dipatenkannya

Siapa dalang siapa wayang
Cerita merah bayang-bayang

Tak tuntas
Sang pencuri beras

Aku tak akan lupa september
Oleh karena september
Melahirkan maret putra ke dua bernama mei

Sigondrongdalamdiam
20 September 2014.02:27.
Astana airmata melangit mimpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *