Serba Serbi

Terima Kasih Kodim 0209/LB

Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia,kata pancasila sendiri diambil dari kata bahasa sansekerta yakni Panca berarti Lima sedangkan Sila diartikan prinsip atau asas.

Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tidak terasa hampir mendekati satu abad,Pancasila yang dijadikan ideologis bangsa indonesia ini perjalanan menyertai negara ini dalam berbangsa.
Yang mana sepanjang perjalanannya Pancasila pernah mengalami peristiwa yang hingga kini dituliskan dengan tinda hitam,waktu itu sekelompok orang atasnama kebebasan demokrasi terpimpin berupaya dengan bercita-cita mengganti ideologi negeri ini dengan ideologi lain yang peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan Gerakan30September.
Begitu banyak air mata yang tumpah dan juga darah yang mengenangi tanah Ibu pertiwi dalam peristiwa itu.

Sampai semua itu berlalu pun hingga kini keberadaan Pancasila sebagai Ideologi tidak luput dari rong yang tidak menginginkan Pancasila sebagai ideologi.

Dimulai dengan melunturnya nilai-nilai luhur Pancasila itu sendiri di dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya,Pancasila kini sebatas pajangan nan sakral yang di gantung di dalam gedung-gedung perkantoran mau pun sekolahan.

Pada hal jika kita mau menarik kebelakang betapa panjangnya sejarah perumusan lahirnya Pancasila itu oleh para pendiri Republik ini hingga kini kita yang menikmati.

Di tengah mulai memudarnya butir-butir pengamalan pancasila,seperti yang tertuang berdasarkan ketetapan MPR no. I/MPR/2003

Sila pertama

Bintang

• Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

• Percaya dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

• Menghargai dan bekerja sama dengan pemeluk agama lain dengan kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

• Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

• Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

• Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

• Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap orang lain.

Sila kedua

Rantai

• Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

• Mengakui persamaan derajat, kewajiban, dan hak asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.

• Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

• Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

• Tidak bersikap semena-mena terhadap orang lain.

• Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

• Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

• Berani membela kebenaran dan keadilan.

• Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

• Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila ketiga

Pohon Beringin

• Mampu menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

• Sanggup rela berkorban demi kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

• Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

• Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

• Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

• Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika

• Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila keempat

Kepala Banteng

• Sebagai warga dan masyarakat negara Indonesia, setiap manusia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

• Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

• Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

• Menjalankan musyawarah dengan semangat kekeluargaan.

• Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

• Menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab.

• Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan dalam musyawarah.

• Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

• Keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

• Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dapat dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima

Padi dan Kapas

• Mengembangkan sikap perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

• Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

• Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

• Menghormati hak orang lain.

• Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

• Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

• Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan, gaya hidup mewah, dan berfoya-foya.

• Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan dan pihak umum.

• Gemar bekerja keras.

• Mengapresiasi hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

• Gemar melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Seorang Jendetal TNI Bapak Dudung Abdurahman mencetuskan sebuah ide akan sebuah kampung yang mana kampung itu akan menjadi harapan untuk hidup kembalinya nilai-nilai luhur Pancasila maka lahirlah ide kampung yang ia beri nama Kampung Pancasila. Karna ide ini berasal dari seorang Jenderal TNi maka sudahlah barang tentu ide ini layaknya perintah dalam kesatuan khususnya pada setiap Komando Distrik Militer (Kodim) untuk segera mewujudkan di dustrik-nya .

Hal ini pun penulis perhatikan di Kodim 0208/LB yang baru-baru ini atas perintah Dandim Bapak Letkol İnf Asrol Kurniawam Harahap. SE .M.tr(Han)
Para bawahan di kodim telah pun mampu menunjukkan kreatifitasnya untuk membuat Kampung Pancasila,di sebuah lingkungan dalam kelurahan sringo-ringo yakni Lingkungan Cut Mutia Kecamatan Rantau Utara Kabupaten LabuhanBatu.
Tentunya bukanlah kampung sembarang kampung sebabkan penelitian tidaklah sebatas Komunikasi sosial yang diteliti tapi keadaan kampung serta
psikologinya kampung yang direkomendasi oleh Bintara Pembina Desa/Samudera/Angkasa ( Babinsa) Robert M. Napitupulu
tentunya telah di seleksi oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Sudomo Senapati maka jika dinyatakan lulus kriteria barulah Kampung tersebut layak dikukuhkan menjadi Kampung Pancasila.

Sebagai warga negara yang sangat mencintai negeri ini tentunya kreatifiats para tentara yang tergabung dalam Kodim 0209/LB ini yang tak hanya mampu pegang senjata guna mempertahankan NKRI Sangatlah saya apresiasikan tentunya tidak hanya sebagai pelaku dan pengiat seni saja Kampung itu terlihat indah namun ada nilai keramat yang terpendam di kampung Pancasila itu yakni nilai-nilai luhur pendiri bangsa dan negara ini.

Diharapkan setelah Kampung Pancasila Cut Mutia maka akan lahir lagi kampung Pancasila di Kabupaten LabuhanBatu,agar tumbuh kembang nilai-nilai Pancasila itu dapat bersemi dan tertanam kuat di tengah masyarakat LabuhanBatu yang majemuk.

Terima kasih pada Kodim 020£/LB yang telah nelahirkan Kampung Pancasila,Terima kasih Juga Pada Bapak Jenderal TNI Dudung yang telah menggagasnya.

Sigondrong Dalamdiam

Salam Pancasila

Pancasila Abadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *