Puisi

Aku Yang Berkeyakinan

Aku pernah berkeyakinan
Saat masih anak-anak aku melupakan seberapa tingginya langit
Yang kutahu jarak antara aku dan bulan begitu dekat
Namun tiap kali kuhampiri bulan selalu saja menghindar jauh
Bila aku berhenti bulan pun berhenti

Saat dewasa aku beranggapan bumi itu luas yang berbentuk bundar
Namun saat melihat kapal yang berlayar dan berlahan mulai menghilang
Aku mulai berpikir mungkinkah kapalnya jatuh karna bumi ini bundar?
Sebabkan luasnya bumi di isi lebih banyai air dari daratan
Hingga kutahu gunung-gunung sebagai penyeimbang
Kapal itu tiada jatuh melainkan terus berlayar mencari berlabuhnya

Hingga kini kusadari langit itu begitu tinggi
Bumi ini hanya selebar daun kelor
Dan bulan hanyalah pelengkap dari pada malam gulita menanti matahari
Yang akan terus berputar sampai tiba masanya

Kini aku berkeyakinan
Siang dan malam sama saja
Dengan memejamkan mataku tatkala siang
Dan membukakan mataku di saat malam
Semua tampak sama
Yang berbeda aku yang kian lelah
Mencari jalan pulang

Sigondrong Dalamdiam
30November2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *