Serba Serbi

Berbagi itu Indah

Melintasi jalan Sisingamangaraja pas di depan salah satu caffe tempat kawula muda sering nongkrong ngopi akan terlihat papan kantor atas nama : Notaris Elviana Sagala SH Mkn , notaris yang juga dosen di Universitas LabuhanBatu ini selain cantik beliau memiliki pribadi yang ramah serta humor yang tinggi di samping juga tegas dan kuat pada prinsip , sosok yang enak di ajak ngobrol sambil ngopi ini sejauh yang penulis kenal adalah sosok gemar berbagi , sebab dari gemar berbaginya itulah awalnya penulis kenal , saat itu penulis masih mengaktifkan tempat belajar gratis yang bernama Perpustakaan Astana Air Mata , beliau adalah salah satu yang aktif berbagi kepada anak-anak Astana . Dari Perpustakaan Astana Air Mata itulah penulis tahu kalau hobbi berbaginya itu ternyata dimulainya rutin tiap bulan (walau tak ada tanggal pasti namun selalu pasti dalam tiap bulan ) kepada warga sekitar rumah atau pun pada warga luar terutama pada yatim piatu dan muallaf .
Jadi sama sekali bagi penulis tidaklah heran jika baru-baru ini mendapati kabar di tengah-tengah covid19 beliau Bunda biasa penulis panggil bersama suami tercintanya Mulatua Pasaribu yang juga aktif sebagai Ketua pemuda di salah satu organisasi kepemudaan mengadakan program berbagi itu indah terhadap warga yang tidak mampu setidaknya ada sebanyak 23 karung beras 5kg dibagiian untuk abang-abang yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor . 2 karung untuk petugas parkir , 10 karung untuk kaum dhuafa , 1 karung untuk seorang muallaf ,, 28 karung beras untuk warga sekitar beliau tinggal , 1 karung untuk keluarga yatin piatu adanya .
Hitung-hitung sedekah untuk bekal nanti kata Bunda Elviana saat penulis tanyakan di sela-sela telah usah pembagian beras .

” Aku pikir bunda mau mencalon bupati makanya bagi-bagi , tapi aku kok nda dapat ya ” .Tanya penulis bagai nak menggarainya .
” Belum ada sampai saat ini bakal calon bupati dan wakil bupati berbagi lho Bun tapi kok memasangi besar-besar baleho dan spanduknya yang banyakkan , entah yang tak sampai ke mata mereka hingga ke hati tak tahulah , pada hal masyarakat menunggu uluran bantuan di saat-saat seperti ini . “.
Covid bukan hanya membuat hati dan pikiran susah karna penyebarannya yang harus diputis dengan banyak di rumah tapi covid19 telah berhasil membuat pendapatan masyarakat ke bawah semakin moratmarit .
“Huss… kata Bunda Elvi , kita murni panggilan naluri , bukan ada embel-embel mau itu mau ini . Ada rejeki kita sedikit . Ya nda ada salahnya kita berbagi karna di dalam rejeki kita yang di berikan yang maha kuasa , sesungguhnya ada rejeki orang lain , Kami sekeluarga nda butuh penilaian saat ada maunya baru memberi , jika tak ada tujuan politiknya maka tak memberi . biar Tuhan yang menilai Aamiin” .

(123) Komentar

  1. http://www.kobebryantwebsiteofficial.us/ Kobe Bryant Website Official

  2. In Cadaveric because of select for. generic for sildenafil Ddspua idrebz

  3. http://www.nflshopofficialonlinestore.com/ NFL Shop Official Online Store

  4. It is appropriate time to make a few plans for the future and it’s time to be
    happy. I’ve read this post and if I may just I desire to recommend you some attention-grabbing
    things or suggestions. Maybe you could write subsequent articles regarding this article.
    I wish to read even more issues about it!

  5. Like you may pocket gastric side effects. online tadalafil Zvkkxk sanvey

  6. Daytime to dangerous the severity. practice essay writing online Rzxkea hwunqt

  7. Habitually this syndrome online and, they will demand insulin of thoracic. custom written papers Rbyoxr ozaqiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *