Puisi

Berubah

Pada mesin tik tua
Keinginan untuk berbunyi yang kuat hadir
Atau sekedar menimbulkan suara rol di tarik yang lantang
Hingga isak ini jeda sebentar
Tapi.. apa pantas?
Mengingat mesin tik tua
Yang telah pun dilupakan karbonnya

Jikalah dulu
Kertas itu polos
Walau terbalut pada rol yang memanjang
Di apit karbon yang menghitam
Tak pernah sedikit pun lari dari kenyataan
Jika pun pada kenyataannya tak dapat lari
Sehingga dengan setia terpatri huruf-huruf dan angka
Sesekali jeda di tanda baca

Hingga sempat membuat keraguan pada panjangnya spasi
Di antara aksara dan tanda baca
Aku,engkau pernah terbata-bata mengetik satu demi satu aksara cinta dan sayang

Namun kini
Di mana kata rahim ku kiranya
Dan kemanakah kalimat rahman ku kira-kiranya

Semua bagaikan hilang di lembaran slide gawai pintar
Membuat mata terpesona melupakan tiap sejarah yang telah tercipta
Pada hal mula-mulanya tiadaklah demikian
Kini semua menjadi asing
Di waktu yang beranjak senja

Sigondrong Dalamdiam
10September2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *