Menampilkan 361 Hasil
Puisi

Tangis Langit di Senja Raja

Dan kemudian Langit pun mulai lagi menangis Membasahi segala yang dihadapannya Aku hanya bisa menyaksikan tangisannya Bagai seonggok tarian air itu jatuhnya Tinggi ada jua yang rendah Tanpa musik namun seiras gerakan jatuhnya tangis itu di pentas bumi Dedaunan menjadi kuyup Batang dan ranting tak lepas dari basah Di pengujung dewa Chandra mengakhiri sinarnya Dapat …

Puisi

Terasing Dalam Sepi

(1) Sore dengan sinar bulan Matahari berlahan pulang Dari balik rambutmu yang tergerai Kusambut cinta yang kau hantar Lelaki malam tanpa kopi Memungut dingin di jadikan ingin Entah apa-apa yang di goreskannya Seakan tak bersudah membuang nista Seperti itukah bentuk rasa Pergi tak di cari dengan hati Jalan yang mana tanpa adukan Bila-bila inspirasi datang …

Puisi

Kandang Perwakilan Keterwakilan

Gedung perwakilan adalah kandang hewan-hewan ternak yang lapar Menanti pangan dari majikan rancangan. Kenyang ketiduran Lapar beributan. Pemilik ternak adalah pemilih yang dibayar Sekali bayar, hewan ternak menjadi liar tanpa batas kepedulian Apa yang ada dihadapan pasti dianggapkan pangan Mengingat memasuki kandang dengan nilai yang cukup besar. Hingga pantaslah jika menghilangkan rasa kelangsungan hidup pemilih …

Puisi

Rintik Penghianatan Sebudi

Setelah terik yang bergelora Suasana terlihat baik-baik sahaja Tanpa gelegar yang menyambar Rintik pun jatuh tiba-tiba Membungkam sunyi dengan irama gaduh Bunyian rintik bagaikan membalas dendam Yang tak mampu kuhitung satu-satu pukulan jatuhnya Bunyian itu seperti upatan tertujukan padaku Tanpa pembelaan matahari ku lirik mesra jelas sinarnya Pembangkangan terik terhadap air yang mengalir Rintik ini …