Puisi

Entahlah

Saat terjebak asa dalam sepi
Selarik puisi yang menemani
Memperkosa di dalam diam dalam-dalam
Memuntahkan ingin yang terpendam

Luka yang hangus terbakar
Di tepi pantai berparanoma mengiklar
Tak bersudah wajah kekasih
Membekas menghitam meninggi risih

Letih membias memenjarakan diksi
Agar selaut dendam dapat terimbangi
Berpatutkah diri berzikir menyesali
Sedangkan nyatanya hidup hanya sekali

Sigondrong Dalam Diam ,11September2014.01:36. Astana Airmata Melangit Mimpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *