Serba Serbi

Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Mengutuk Lagi

Majelis Tampung Aspirasi Rakyat di Kerajaan Negeri Ika nan Idaman jumat 03/9/2021 mendapat ucapan terpampang dengan indahnya “Selamatkan Negeri Ika nan Idaman ” tepat dii depan Gedung Tugasnya,juga ada tertulis besar “Turut prihatin kepada para wakil Majelis Tanpung Aspirasi Rakyat Jelantah dan Pejabat Kerajaan Negeri Ika nan Idaman, atas ketidakpedulian dan hilangnya rasa kemanusiaan. Di karna sibuk merebut anggaran dan penghibahan sampai melukai hati rakyat jelantah yang saat ini demam panas dingun hati dan pikiran serta ekonominya karna pandemi COVID-19.

Ketua Pohon Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Tuan Hamdani mengutuk tindakan mengambil kebijakan dan keputusan terhadap proses pengadaan dan penghibahkan anggaran 2021 yang menurutnya sepihak maka harus segera ditunda pelaksanaannya dan disegerakan dibatalkan keputusannya.
Hambadi menilai dana itu bisa digunakan lebih baik untuk membantu rakyat jelantah saat pandemi virus Corona-19, bukan buat bersenang-senang guna pembelian ini itu yang mana pembelian itu tidaklah rakyat jelantah mendapat manfaat kecuali penderitaan semakin dalam.

Apakah para wakil-wakil rakyat di Majelis Tampung Aspirasi Rakyat Jelantah masih menpunyai empati terhadap rakyat jelantahnya seperti perwakilan dari Kumpulan Hai Nurani yang menurut ketuanya akan memanggil semua angotanya dan rapat internal guna meninjau ulang penggunaan anggaran belanja Kerajaan mengingat di Majelis itu ada Kumpulan Pengolangan Karya yang paling banyak jumlah keterwakilannya ,ada kumpulan Gerenda ,Kumpulan Percaturan Pembangunnya,Kumpulan Alamak Ngeri,Kumpulan Keadaannya Sejahtera,Kumpulan Kan Bahagia,Kumpulan Bangsa Banyak,Kumpulan Nahsiapa Demo,Kumpulan Perkiraan dro,Kumpulan Bertanya,Kumpulan Demo Perjuangan.
Sepertmya berat wakil para kumpulan itu berpikiran sama seperti Kumpulan Hai Nurani karna yang kuat akan godaan hanya sekumpulan manusia setengah dewa.
Yang serakah … ngikut.

Lalu kemanakah hak Rakyat Jelantah itu jika merujuk pada asas hukum Salus Populi Suprema Lex Esto yang artinya dalam bahasa Negeri Ika nan idaman Kahshalamahtan Rhakyat Merhupahkhan Huhkum Thartinggi (keselamata Rakyat Merpakan Hukum Tertinggi) dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara pada alinea keempat yang mana disebutkan keselamatan dan kemakmuran rakyat merupakan tujuan utama bernegara.

Artinya sangat jelas negara harus menjamin, melindungi.dengan melihat,memdengar dan merasakan hal yang dianggarkan tersebut tidaklah patut menurut kepantasan mengingat kesemua yang dianggarankan untuk dibagi-bagi tersebut masih layak pakai keadaannya. Sehingga Anggaran pendapatan belanja daerah kerajaan ika nan idaman yang digelontorkon untuk pengadaan dan hibah tersebut digolongkan pada satu golongan kaum yang sia-sia dan tidak ada dampak paten dan kerennya bagi rakyat jelantah.
Hambani pun meminta para Tuan-tuan yang mulia di Majelis itu dan kepada punggawa Kerajaan Negeri sedikit berkorbanlah kepada Jelantah.
Sebab besar harapan nan anggan-angan seorang Hambali, Anggaran 2021 ini diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat dalam meringankan beban mereka di tengah pandemi COVID-19 seperti bantuan sembako, bantuan peralatan medis, dan usaha skala kecll rakyat jelantah,sehingga tidak melukai hati rakyat jelantah.

Lain halnya dengan Seketaris dari Hamdani yakni Tuan Amos,melalui penggalian singkat bagan mesengger Amos mengutuk jadi batu para pengambl kebijakan penggunaan anggaran belanja kerajaan 2021 ini pasalnya Amos tak habis pikir jika tetap saja disetujui penggunaan Anggaran Belanja negeri Ika nan Idaman 2021 seperti beli Kereta Kencana,Makan Minum Raja dan Wakl Raja,Beli Baju segala Baju Raja wakil Raja dan 45Anggota Majelis Tampung Aspirasi serta beli alat komunikasi genggam berjenis kelamin super canggih,Amos malah mempertanyakan anggaran 2019, dan 2020 itu larinya kemana? Sama masih pandemi dibuat,mengapa pandemi corona tetap enggan pergi di anggaran 2021 karna setelah dilhat di cermati dengan mata telanjang pembangunan pun minim adanya,jelantah terus menghitam warnanya alias 2021 semakin terjepit ekonominya.

Okelah..
Jika pun tak ada kura-kura tak perlu digantikan bulus
Jika pun kesemuanya pura-pura kerja ,rakyat jelantah tahu kok mana yang tulus.

Sigondrong Dalamdiam
Astana AirMata

*Tulisan ini hanyalah terjadi di Suatu Negeri entah di mana,apabila ada kesamaan kejadian dengan faktanya seperti dalam link berikut ini
http://ikabina.com/2021/09/03/gmni-kecam-dprd-dan-pemkab-labuhanbatu/
Itu bukanlah unsur kesengajaan,karna sesungguh kisah dalam tulisannya fakta dalam kenyataannya hanya ada di Negeri entah di mana.

*photo hanyalah pemanis tulisan yang dibuat-buat agar tulisan ini mempunyai daya tarik mistiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *