Serba Serbi

GMNI Dan HMI Parlemennya Rakyat Jelantah

Seperti pepatah kampungan;Lain lubuk lain ikannya,Lain yang duduk lain pula permintaannya.Ikan terubuk ikan yang sedap daging dan telurnya,Orang yang kini duduk yang banyakan permintaannya demikianlah perumpaman yang pas dengan situasi kondisi tanpa menelik toleransi yang terjadi.
Seperti halnya di bumi itu dibangun itu diperbaiki yakni Negeri Ika nan Idaman atas kebijakan penggunaan rencana Anggaran Pendapatan Daerahnya yang terkesan tidak berpihak pada rakyat jelantah melainkan satu kaum golongan tertentu saja.
Bagaimana tidak melukai hati rakyat jelantah dalam kondisi pandemi seperti ini uang yang asal muasalnya dari rakyat jelantah harusnya kembali lagi kepada rakyat jelantah namun kenyataannya teramat menyakitkan.
Dalam sejumlah anggaran yang dinilai melukai itu yakni;

-Anggaran untuk belanja Raja 330 Juntai pertahun

-Anggaran untuk belanja Wakil Raja 300 Juntai pertahun

-Anggaran belanja untuk jamuan tamu Raja 671 Juntai pertahun.

-Konsumsi untuk rapat bersama tamu Raja sebesar 501 Juntai pertahun.

-Jamuan untuk tamu Raja-Raja 199 Juntai pertahun.

-Jamuan untuk tamu wakil Raja daerah 115 Juntai pertahun.

-Serta beberapa anggaran daerah yang di alokasikan untuk konsumsi rapat Kerajan dan keperluan lainnya dengan total sebesar 336 Juntai pertahun.

Sehingga alokasi dana belanja daerah untuk kebutuhan pertahun sebesar Rp 2.452 Mangkok Per-Anggaran Pedapatan Belanja Daerah Kerajaannya 2021.

Belum lagi dana sebesar 6,2 Mangkok
-untuk pembelian Kereta Kencana Kerajaan (Raja dan Wakil Raja)

Kemudian Rencana pengadaan Pakaian Tugas dan alat komunikasi genggam super cangih untuk 45 orang Wakil Majelis Tampung Aspirasi dengan rincian.

-Anggaran pengadaan pakaian sebesar 613 Juntai.

-Alat Komunikasi genggam super canggih sebesar 16 Jungai per unit untuk 45 orang dengan Anggaran 736 Juntai.

Dengan total 1.349 Mangkok dan penambahan Fasilitas jaminan kesehatan sebesar 200 Juntai pertahun.

Ini dikabarkan lagi 1,18 Mangkok untuk alat kebutuhan balai sekretariat Kerajaannya.seperti;
Belanja alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia dan sebagainya yang biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan.

-Untuk pengadaan, perawatan, distribusi, dan penyediaan

  • Uraian Pekerjaan Toner Printer, Toner, Catridge, CD RW..dengan Total Pagunya 97.581.600 Juntai.
    Semua memakai metode pemilihan pengadaan langsung.

Ahh..entahlah.
Rakyat jelantah hanya bisa tepuk dada menahan selera di dalam situasi hati yang gundah gulana karna si Corona terus saja bermimpi akan kata kemajuan untuk suatu negeri bernama Negeri Ika nan Idaman .
Keresahan rakyat jelantah hanya ditanggapi Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI).
Melalui Ketua Pohon Cabang Gerakan Mahasiswa Nasionalnya Tuan Hamdani mengutuk tindakan mengambil kebijakan dan keputusan terhadap proses pengadaan dan penghibahkan anggaran 2021 yang menurutnya sepihak maka harus segera ditunda pelaksanaannya dan disegerakan dibatalkan keputusannya.
Hambani menilai dana itu bisa digunakan lebih baik untuk membantu rakyat jelantah saat pandemi virus Corona-19, bukan buat bersenang-senang guna pembelian ini itu yang mana pembelian itu tidaklah rakyat jelantah mendapat manfaat kecuali penderitaan semakin dalam.

Senada dengan Ketua Bagian Cabang Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tuan Khairil melontarkan kritik tajam terkait anggaran,Jujur saja publik, akhir-akhir ini sulit untuk melihat dimana letak kinerja sebuah Majelis Tampung Aspirasi yang dipilih oleh rakyat sehingga prilaku dan tindakan di Majelis terhormat tersebut tidak menunjukkan bahwa wakil rakyat tidak mempunyai kepekaan menghadapi krisis dan keteladanan sebagai sosok yang mewakiki rakyat.

Asudahlah….
Begitu banyak kumpulan-kumpulan Gerakan di Negeri Ika ini pun hanya 2 Kumpulan Gerakan Kemahasiswaan yang berani mengambil sikap mengutuk,mengapa hanya GMNI dan HMI yang menjadi Parlemen Rakyat Jelantah saat-saat begini,Mungkin yang lainnya masih ditidurkan karna kekenyangan.
Jadi sudahi sajalah aksi kutuk mengutuk itu yang pastinya tetap jaga protokoler kesehatan biar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu sehingga corona tidak lagi menjadi teralasan keberatan buat bagi-bagi anggaran.

Biarkan sajalah habis sama para Tuan Puan yang terhormat anggaran itu dan rakyat tetap pada pemandangan jalan-jalan yang berlubang.
Usah risau tahun depan pasti dianggarkan lagi hal yang serupa sehingga menjadi lengkap nan sempurnalah penderitaan rakyat jelantah dari tahun ke tahunnya tanpa perbaikan kemajuan kesejahteraan.

Sigondrong Dalamdiam

*
https://m.rri.co.id/medan/humaniora/sosial/1175963/soroti-anggaran-pakaian-dinas-dan-tablet-hmi-wakil-rakyat-tidak-peka
*
https://dpdgmnisumut.wordpress.com/2021/09/05/dpd-gmni-sumut-hapuskan-kapitalisme-modern-dalam-tubuh-pemerintahan/
*
http://ikabina.com/2021/09/03/gmni-kecam-dprd-dan-pemkab-labuhanbatu/

*Tulisan ini hanyalah hiburan
*jika terdapat nama tempat dan tokoh yang sama itu hanyalah faktor kebetulan karna fakta sebenarnya dalam tulisan terjadi di Negeri entah di mana.

*sumber link berita mau pun photo hanyalah pelengkap tulisan agar tulisan dinilai seolah-olah ada mistiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *