Puisi

Hukum-hukum Tuhan


(1)

Belum pernah yang kutahu
Entahlah jika kau yang tahu
Seseorang muhluk bernama manusia
Menjalani hidup dengan bahagia di dunia
Setelah berniat dan dengan sadar sepenuhnya
Menghina atau menistakan keyakinan yang bukan keyakinannya
Semua hanya masalah waktu
Sebab Tuhan tiada susah untuk memelihara kehidupan dunia
Sedikitpun Tuhan tiada pernah tidur
Jika kau percaya?
Tuhan tak meninggalkanmu
Itu yang kutahu
Entah jika kau lebih tahu

(2 )

Aku masih percaya
Dengan apa yang kulihat
Kudengar
Dan kurasai
Terhadap sesuatu
Sebentuk gaib atau pun ternyata
Seperti proses semangkuk sambal
Yang terhidang bersama nasi
Lauk dan sayur mayurnya
Sampai ke puncak kotoran biji cabai terurai
Kembali menjadi sebatang pohon
Sinambungan kasih
Dalam hukum-hukum Tuhan

(3)

Tuhan tahu
Diam-diam kuhapal seluruh ayat-ayat cintaNya
Dari yang sedikit,hingga yang terbanyak
Dan,terkadang aku membacakannya
Mesti pun itu bukan ayat cinta keyakiananku
Sebagai perbanding sebuah kerinduan
Yang menyempitkan kesalahan
Membesarkan kebenaran
Hanya untukku kepada Tuhanku
Bukan untukmu terhadap keyakinanku

Seperti menatap matahari menjelang senja
Bukan mega yang membuat indah suasana itu
Tiada lebih kumpulan-kumpulan awan
Yang digulung angin membiasnya cahaya
Pada aira-ar di dunia
Yang hendak turun dan telah pun turun
Hakikatnya keindahan oleh mata dan hatimu
Yang seiring sejalan menangkap gerakkan
Jika kau lebih dari sekedarnya tahu
Maka keindahan itu mutlak milikmu
Sebab penampakkan Tuhan adalah penampakkanmu

Sigondrong Dalam Diam
07 November 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *