Anekdot

Kritik Datuk Bijak bestari Ade Parlaungan Nasution Untuk Pemangku Negeri Ika nan Idaman dan Para Anggota Majelis Tampung Aspirasi

Rencana bagi-bagi Anggaran Pendapat Belanja Daerah Negeri Ika nan Idaman yang sampai saat ni menjadi polemik bagi rakyat jelantah dan sampai saat ini tanpa ada niatan apologize terhadap mereka yang telah melahirkan ghibah ini.
Sampai-sampai ketua salah satu perguruan tinggi yakni Yang Mulia Tuan Datuk Bijakbestari Ade angkat opini dalam tajuk di sebuah alat komunikasi lembaran cepat tayang New Detik, Beliau mengkritik tajam mendalam berbekas, Mengatakan seharusnya mencontoh kebijakan pemerintah daerah di Jawa Barat. Di mana, menurutnya, banyak menghilangkan pagu anggaran yang rendah skala prioritasnya dan diarahkan ke penanganan COVID-19 Anggaran 2021 sendiri berjumlah 1,3 Tampah.

Sebab di Negara yang saat ini di pimpin oleh Datu Seri Setia Amanah Negara hanyalah di Negeri Jawa Barat-lah yang paling bagus penanganan COVID-nya. Harusnya mereka para pemangku Kerajaan Negeri Ika nan Idaman dan 45 Anggota Majelis Tampung Aspirasi itu tahu, dan menirunya,” ucapnya.

Sebagai selanyang pandang bahwasannya yang Mulia Tuan Datuk Bijakbestari Ade ini adalah tokoh lintas Negeri yang namanya telah pun dikeramatkan di Negeri Air Pulau Batam sebab beliaulah salah satu pemikir Negeri Air Pulau Batam menjadi Kepulauan.
Kini beliau menetap di negeri Ika nan idaman kembali ke perkampungan dasar sebagai bentuk dari pangglan hati untuk membangun negeri.

Namun apakah masih ada muka bagi para pemangku Negeri Ika nan Idaman beserta Majelis Tampung Aspirasinya setelah mendapat kritikan tajam dari beliau?.
Tentulah masih ada muka jika pun tetap jua dipaksakan pengguanaan Anggara Pendapatan Belanja Daerah tersebut karna mukanya telah pun memjadi muka tembok seharga 2,4 Mangkok untuk makan minum, 2,2 Mangkok untuk segala Baju dan 736 Juntai untuk Alat komunikasi gengam berjenis kelamin super canggih.

Kok bisa….?
Ya…bisalah.
Kalau bukan sekarang kapan lagi,sebab menurut tahun-tahun yang semalam-semalam pun tetap demikian saja yang terjadi.

Aih..aiah….
Ikan laga padi dalam toples
Dari pada tak jadi buat ngenjes
Mungkin segitulah pala pikir punggawa-punggawa negeri ika dan majelis tampung aspirasinya seperti onces,merajuk … bila hasrat tak di turut.

Asudahlah….
Hanya manusia setengah dewa yang tahan terhadap godaan
Jika masih manusia karbitan maka embat sajalah.
Jelantah tahu dikemudian hari lawan aji mumpung para anggota wakl Majelis Tampung aspirasi di 2024 Jelantah pasti gunakan ajian rawa rontek.
Jadi siap-siap kalian yo.

Rakyat jelantah mencatat..
Hidup Rakyat Jelantah

Sigondrong Dalamdiam

*Tulisan ini tidak ada kata berkait terhadap sumber mau pun photo.
Tulisan ini semata-mata hanya hiburan.
Bila pun ada kesamaan cerita mau pun tokoh dan tempat semata-mata hanyalah kebetulan bukanlah unsur kesengajaan dari penulis.
Sebab fakta dan kenyataannya dalam tulisan ini berlangsungnya d negeri entah di mana.

https://news.detik.com/berita/d-5704951/pemkab-labuhanbatu-anggarkan-rp-330-juta-buat-makan-bupati-wabup-rp-300-juta?single=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *