Puisi

Manusia Batu

Kau telah memecah batu
Dan memahatnya menjadi masa lalu
Untuk kau pajang dalam-dalam
Menjadi berkisi tiap tatapnya

Waktu terus menua
Batu yang kau pahat berlumut sudah
Kau terus saja kembali
Membersihkan lumut dari batu yang sama

Tak terpikirkan olehmu kah?
Untuk memahat batu-batu yang lain
Jauh sejengkal mata kaki itu
Di dasar sungai-sungai batu itu sudah terbentuk adanya

Dan kita menanggung lebih siksa
Tak dapat melempar batu seperti berjalan di atas air sungai kehidupan
Sebab serupa memahat batu yang sama

Sigondrong Dalam Diam
08 September 2016


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *