Serba Serbi

Tugas Mulia Prajurit

Sebagai seorang prajurit sudah menjadi sumpah setianya yang satya kepada bangsa dan negara untuk berdedikasi jiwa pejuangnya guna pengabdian. Tentunya hal ini bukanlah hanya sebatas sumpah yang siap sedia membela dan mempertahankan kedaulatan negara tapi siap ditempatkan dimana saja menjemput kematiannya. Bukanlah prajurit jika takut akan medan peperangan dan bukanlah prajurit jika masih takut akan …

Puisi

Inginku

Saat waras sudah mulai membosankan Maka sudah saatnya menjadi gila dilakukan Aku ingin Mabukmabukan Main judi Main perempuan Pakai narkoba Tapi ketika kerinduan itu datang kepada Kekasih Bagai pisau menyayatnyayat ulu hati Keinginanku hanya satu Aku ingin jumpa kekasihMu Dalam kegilaanku Maka Eli eli eli lama sabakhtani Kepada tanganMu Kuserahkan nyawa ku Di dalam kuasaMu …

Puisi

Berpikir

Apakah ada yang lebih mulia Dari kotoran pada tubuh-tubuh indahmu Jika mulut-mulut aurat itu Tiada dapat tertutup menetralkan napsu Tiada apa pun menjadi mulia Selayaknya kembali pada fungsinya Jangan menghukum tangis Jika pun tersenyum terpaksa adanya Tidakkah engkau berpikir Sedangkan malam ditempatkanNya seluruh lena Sedangkan siang diwajibkanNya berjaga Maka kejarlah waktu-waktu itu Berpikir menuju mulia …

Puisi

Bercermin

Malam kian larut Daun-daun menjadi cermin Pada diamnya bulan dan bintang Nun jauh di sana,di atas langit-langit empunya Dingin terus berkobar Sayapsayap ingin,menggeliat sadar Pada batas waktu yang berjalan tak setimbang Selimut kabut membawa sejemput kenangan “Rupa tak sempurna “terucap lirih Dari balik kancing baju yang terbuka dua kasta Pengakuan itu jarang telanjang menyentuh Mungkin …

Puisi

Anjing Tak Bertuan

Di hempas dinginnya malam Anjing kampung berjalan Berpegang erat pada susuran Menatap riak bulan yang mengambang Meraih sinar sungguh tak mampu Hanya melolong panjang penuh kesaksian Ratapan anjing malam Menjadi liar Mencari sinar Ratapan anjing malam Menjadi terbiar Tanpa sinar Mendongakkan wajah Mengerang panjang Pada susur hunian Manusia melaknat hidup Anjing kampung tak bertuan berjalan …

Puisi

DI TANGKAP ASAP TAK DAPAT DI GENGGAM

Rahim itu koyak Saat melahirkan anak-anak kata Dari waktu yang berzina Rahim itu koyak Mengeluarkan darah bercampur nanah Luka baru menyikut luka lama Perih Pada sayap-sayap mengabdi Nyeri Sunti seakan tak berarti Rahim itu telah koyak Meninggalkan bekas yang membau Di tanggap asap tak dapat di genggam Sigondrong Dalam Diam 15 Oktober 2016

Puisi

Mengkaji Waktu

Titipkan saja kerinduan itu pada diam Jika berkata-kata pun hanya menambah luka yang dalam Mungkin airmata adalah jawaban Ketika cinta harus berhenti didalam pengilhaman Apa hendak dicari Jikalau hidup tetap juga menuju mati Penghayatan hanyalah kata jamak dari mimpi Menjiwai sejatinya ada dalam kamus berbagi Tak’an ada luka tanpa penawar Bahkan racun juga adalah obat …

Puisi

Medan Perang

Lewat jalan mana? Kita harus memulai Hasil perbincangan Tak sampai pada pinangan Lewat jalan samping Matamu menawarkan mengerling Sudah tertutup rapat Kataku yang diam melaknat Cukup Sudah Sudah Cukup Biarkan berzina saja Hingga dosanya ditanggungkannya Hingga anakanak bumi putra Mencari jalan kepada Tuhannya Terhadap pengabdian Memandang menatap Sisi cinta merasai Laknatku Dalam medan perang Sigondrong …