Tak Berkategori

Pandemi Corona Berbuah Tablet Pribadi Portabel

Hai…hai…
Ini masih kisah di Negeri Ika nan Idaman,Negeri seribu satu bongak(banyak cakap alias bohong) yang merujuk pada etimologi i
Itu di bina ini di perbaiki.
Disiarkan 45 anggota Majelis Kerajaannya dengan dalil tentunya mempermudah akan suatu kerja telah pun direncanakan mendapat masing-masing sebuah perangkat telekomunikasi elektronik genggam berjenis kelamin elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia seperti film, musik, televisi, faksimile, dan sebagainya, biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan.
Yang kesemua itu menelan anggaran senilai 736 Juntai dan anggaran sebanyak itu untuk 45 Orang Anggota Majelis Kerajaraan Rakyat Bungkam saat dengar pendapat kebijakan dalam pembangunan untuk rakyat jelantah saat sidang telah dianggarakan anggaran tersebut oleh Kerajaan Daerah Negeri Ika nan Idaman yang akan diambil dari Anggaran Pemasukan Pengeluaran Belanja Daerah tahun 2021.
Yang mana Sekretariat Majelis Kerajaan Rakyat Bungkam Daerah Negeri Ika nan Idaman mendapat anggaran sebesar 73,9 Mangkok hal ini tidaklah sebanding dengan proyek infrastruktur yang mencakup perbaikan jalan, irigasi dan prasarana lainnya untuk Negeri Ika nan Idaman hanya mendapat anggaran sebesar 85 Mangkok di tahun 2021.

Sungguh bagi-bagi anggaran yang tiada tepat sasaran dimana persoalan uang rakyat jelantah itu harus kembali kepada rakyat jelantah demi kata kemajuan Negeri menurut filosofinya.

Hai…hai….
Mungkin inilah yang di sebut peraturan daerah mengenai bagi-bagi uang rakyat jelantah.
Peduli kucing kurap mandi di papan badan kurus bukan karna tak makan namun hanya bermimpi akan sebuah pembangunan untuk kemajuan.

Habiskan kalian uang rakyat jelantah itu.

Biarkan saja rakyat jelantah di pesisir dalam jalan kubangan kerbau dan rakyat jelantah di dalam kota jalannya penuh lubang-lubang serta sampah-sampah beranak pinak belatungnya karna molor dan sering rusaknya pedati angkutnya atau dan sebagainya.

Itu bukan urusan kalian yang memegang kekuasaan untuk membuat kebijakan.
Karna nasib rakyat jelantah ditakdirkan masuk kuali berulang-ulang sampai hitam kentalnya.

Selamat buat jemari kalian yang menikmati perangkat genggam berjenis kelamin super canggih.

Sigondrong Dalamdiam

Sumber
*https://news.detik.com/berita/d-5702871/pemkab-labuhanbatu-beli-tablet-senilai-rp-736-juta-buat-45-anggota-dprd

*Sumber hanyalah illustrasi untuk tulisan bukanlah rujukan untuk mendukung tulisan sebab sesungguhnya reprensif yang terjadi dalam tulisan hanyalah ada di Negeri entah dimana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *