Serba Serbi

Prodi Agroteknologi Universitas Labuhanbatu Ciptakan Pupuk Organik


Universitas ternyata bukanlah hanya tempat untuk mewujudkan cita-cita agar dapat meraih gelar sarjana saja tetapi universitas ternyata bisa menjadi tempat untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata sebelum meraih gelat sarjana serta dengan wujudan mimpi tersebut tersuratlah hidup yang memiliki arti berguna untuk orang lain.
Ini dibuktikan memperingati world soil day expo,hari tanah sedunia dengan panduan kelola tanah yang sehat,salah satu Universitas di LabuhanBatu yakni Universitas LabuhanBatu dibawah besutan sang Rektor ynag bertangan dingin Bapak Ade Parlaungan Nasution serta dosen-dosennya yang tak hanya mempuni namun tampan dan cantik-cantik juga selalu menerapkan TBDM tiada berjarak dengan mahasiswa selalu berupaya menjadikan kampus bukan hanya tempat meraih gelar saja namun menjadikan tempat untuk berkreatifitas tanpa batas tentunya sesuai jurusan masing-masing.
Salah satunya fakultas Sains dan Teknologi di mana dari nama fakultasnya pun sudah berbau penelitian yang merupakan pengembangan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas ini memiliki 4 program studi yaitu matematika, fisika, sistem informasi, dan teknik informatika. Setiap program studi memiliki kekhususan masing-masing. Matematika dengan applied mathematics, fisika dengan industrial instrumentation, sistem informasi dengan business enterprise, dan teknik informatika dengan computer security didampingi oleh Program studi (prodi) Agroteknologi tentunya tingkat kefokusan pada penguasaan kompetensi lulusan dalam bidang produksi tanaman yang produktif, berkualitas, dan efisien, dengan menerapkan pengelolaan tanaman, lahan/media tanam (nutrisi dan air), hama-penyakit-gulma dan agro-ekosistem yang terpadu dan lestari maka mereka pun telah berhasil membuat terobosan baru dibidang Agroteknologinya dimana mampu menciptakan pupuk kascing yakni pupuk organik padat alami yang difermentasi langsung oleh cacing tanah. Pupuk kascing ini sangat baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman melalui Eko-enzim adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air dengan perbandingan 3 : 1 : 10. Pada dasarnya, eko-enzim mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna dalam pemanfaatan sampah buah atau sayuran.
Tentunyq bukanlah tanpa proses sebuah penemuan jikalah tidak memakan waktu,seperti halnya yang dituturkan salah satu penemu pupuk yakni Putri Marpaung ia menuturkan bahwaPupuk kompos buatannya terbuat dari daun rambutan kering dan daun durian dengan tambahan daun pisang memakan proses 2Bulan.Putri Marpaung yang sekarang di semester 7 ilmu tanah ini,kemudian menuturkan ada produk zpt dari lidah buaya dengan tambahan bawang merah ini pun memakan waktu prosesnya 1minggu.
Nah,ingin tahu lebih lanjut atau mau nanya-nanya harga pupuknya,silahkan ke Universitas LabuhanBatu.


Sigondrong Dalamdiam
*Kuliah di ULB aja
https://youtu.be/LqfUcfOlZZs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *