Puisi

Sudut Syukur

Kembali ke ibu
Ruang-ruang yang ada di dalam diamku
Berpulang ke bapak
Kamar-kamar yang berdiam melangit mimpi terjebak

Bagai bius-bius tanpa jarum
Membekam mulut hidung begitu harum
Rontaan kupada airmata yang membumbung
Mendasarkan harga pada pantulan cermin cembung

Hanya kilau debu yang bertengger apik
Dan itu membesarkan perasaan menjadi lentik
Bukan pada gereja, surau ,kuil atau goa
Memfokuskan dalam arti sebuah sudut

Bergeming pun tak aku dari ada
Berlangkah pun tak aku dari lari
Aku hanya tetap dalam diam jaya
Menikmati napas pemberian sang illahi

Sigondrong Dalam Diam
04januari2014,02:55.
Masih disini di Astana Airmata Melangit Mimpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *