Puisi

Tekat

Hujan
Memberitahukan padaku arti basah
Tentang dingin yang harus di baca
Di antara kita
Yang cara tidur berbeda

Hingga
Hujan pun mengenangi tiap cekung pinggir penglihatan kita
Pada kepala yang menindih bantal
Di masa yang akan datang

Bukan untuk terlelap
Namun untuk mengenapi
Basah dan dingin hujan ini
Sejauh mana keperkasaan kita memandang

Dari sudut puisi

Sigondrong Dalam Diam
11 Oktober 2016


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *