Serba Serbi

TKW Dan TWK

Siapa pun tahu jika TKW itu adalah singkatan dari kepanjangan Tenaga Kerja Wanita yang mana asal muasal TKW ini adalah TKI yakni Tenaga Kerja Indonesia sebutan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri (seperti Malaysia, Timur Tengah, Taiwan, Australia dan lain-lain) dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.
Secara bahasa mau pun istilah memang tepat sebutan bagi orang yang bekerja itu adalah pekerja.Yang jika mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia(PUEBI) kata dasar dari pekerja itu adalah Kerja sedangkan makna dari Pekerja itu ialah sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah,mata pencarian,bekerja.

Istilah TKI itu sendiri dari rezim ke rezim pun tak lepas dari perubahan mulai dari Buruh Migran Indonesia sampai saat ini Pekerja Migran Indonesia,yang pastinya Tenaga Kerja Wanita tetap ada di dalamnya.
TKI atau yang kini menjelma menjadi PMI(Pekerja Migran Indonesia) adalah pahlawan devisa walau nasibnya kadang kala di negeri perantauan tidak sedikit yang mengalami tidak menyenangkan,maklumlah menurut zaman feodalnya jadi babu itu harus tahu diri dan menjaga diri terlebih babu perempuan,tapi soal wawasan kebangsaan rata-rata para TKW itu tidak di ragukan di samping iman dalam keyakinan adalah utama untuk menuju menjadi pahlawan bagi keluarganya dan negaranya adalah tujuan utamanya ke TKWannya
Karna menjadi pekerja di negeri orang dengan membawa nama besar negaranya tentulah harus dibarengi iman dalam keyakinannya dalam pelaksanannya bukanlah tugas yang ringan sama dipikul berat sama dijunjung karna semua kembali kepada wawasan kebangsaan dan pengetahuan agamanya masing-masing.

Lantas,bagaimana jika Test Wawasan Kebangsaan (TWK) itu ada tertampil dalam lembaga negara yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya,Apakah mesti belajar kepada TKW yang ada datang bulannya serta kehamilan namun tetap berwawasan nusantara karna NKRI harga mati ,Pancasila Abadi di negeri perantauan sehingga pulang kampung di sambut Pahlawan Devisa Negara bukan Pahlawan Kesiangan.
Jika para TKW itu dapat menempatkan Agama sebagai pedoman jalan-jalan kehidupannya di negeri perantauan dengan tidak pernah ingkar terhadap Ketuhanan yang maha Esa sebagai mana yang dicatatkan dalam Pancasila sila pertama mengapa yang di dalam negeri melupakan,sedangkan menurut pengetahuan yang beragama itu bagimu agamamu dan bagiku agamaku adalah sebuah jalan yang ditempuh kesorangan membatas bukan perseroan berbatas.Hal inilah karna jalan yang ditempuh oleh TKW yang berpegang teguh pada kesorangan membatas di negeri perantauan namun tetap kekeh pada kesetian berbangsa dan bernegara menjadikan mereka Pahlawan Devisa.

Haruskah kita belajar cara mencintai negeri ini akan Test Wawasan Kebangsaannya kepada TKW. Yang rentan terhadap kemaluan?
Hingga tak sedikit yang tidak punya rasa malu terhadap kemaluannya sendiri.

Jika tak lulus kembalilah belajar untuk mencintai.

  • Sigondrong Dalamdiam Melangit mimpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *